Nehemia 4:1-6
Nehemia 4:6. “Tetapi kami terus membangun tembok sampai setengah tinggi dan sampai ujung-ujungnya bertemu, … bekerja dengan segenap hati.”
Mike Yaconelli dalam bukunya Dangerous Wonder menulis, “Dunia kita dihuni oleh orang-orang dewasa yang lebih memilih hidup mapan dan aman… Iman telah dikerdilkan menjadi rasa nyaman ketika mempercayai Tuhan dan bukannya menghadapi bahaya yang tidak nyaman bersama-Nya.”
Nehemia bukan orang semacam itu. Ketimbang mempertahankan hidup nyaman di istana sebagai juru minuman raja, ia lebih memilih untuk melaksanakan kehendak Allah yang ditaruh dalam hatinya. Nehemia bukan hanya membuktikan diri sebagai orang yang berani meninggalkan zona nyaman demi tujuan yang lebih penting, tetapi juga teguh dan tekun dalam meraih tujuan, tidak putus asa di tengah jalan meski banyak menghadapi tantangan.
Memiliki roh yang menyala-nyala untuk melayani Tuhan bukan cuma soal hati yang berdebar-debar seperti saat kasmaran, tetapi ditunjukkan dengan keinginan yang kuat, kerajinan yang tekun dengan penuh kesadaran terhadap suatu tujuan.
Akhirnya yang terpenting adalah bahwa saat menaati perintah Tuhan, saat melayani Tuhan dengan tekun, dasarnya haruslah karena kasih kita kepada Tuhan dan kerinduan kita untuk menyenangkan-Nya. Bayangkan jika pasangan kita berkata: “Aku tidak mencintaimu. Tapi aku akan tetap bekerja keras untuk membayar semua biaya rumah tangga.” ; atau “Aku tidak mencintaimu. Tapi aku akan tetap mencuci pakaianmu dan memasak makanan untukmu.” Akankah segala perbuatan itu menjadi berarti tanpa kasih? (NK).
Doa: “Kami mau dengan segenap hati melayani-Mu, karena kami mengasihi-Mu, Tuhan Yesus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
