Galatia 5:16-18
Galatia 5:18. “Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat.”
Pada suatu hari, dua orang pemuda yang bersahabat baik menghampiri sebuah kios buku untuk membeli buku dan majalah. Penjaga kios ini ternyata melayani dengan buruk, mukanya cemberut tidak ada senyum dan berbicara dengan nada ketus Pemuda pertama jengkel menerima pelayanan seperti itu. Yang mengherankan, pemuda kedua tetap menikmati memilih dan membaca-baca, bahkan bersikap sopan kepada penjaga kios itu. Pemuda pertama itu bertanya kepada sahabatnya, “Hei. Kenapa kamu bersikap sopan kepada penjual yang menyebalkan itu?”
Sahabatnya menjawab, “Lho, kenapa aku harus mengizinkan dia menentukan caraku dalam bertindak? Kitalah yang menjadi penentu atas reaksi atau keputusan kehidupan kita, bukan orang lain.”
Tindakan kita kerap dipengaruhi oleh tindakan orang lain kepada kita. Kalau mereka melakukan hal yang buruk, kita akan membalasnya dengan hal yang lebih buruk lagi. Kalau mereka tidak sopan, kita akan lebih tidak sopan lagi. Kalau orang lain pelit terhadap kita, kita yang semula pemurah tiba-tiba jadi sedemikian pelit kalau harus berurusan dengan orang itu.
Coba renungkan. Mengapa tindakan kita harus dipengaruhi oleh orang lain? Mengapa untuk berbuat baik saja, kita harus menunggu diperlakukan dengan baik oleh orang lain dulu? Jaga suasana hati. Jangan biarkan sikap buruk orang lain kepada kita menentukan cara kita bertindak! Pilih untuk tetap berbuat baik, sekalipun menerima hal yang tidak baik. (NK).
Doa: “Kami tidak akan membiarkan keadaan di luar mempengaruhi cara kami bersikap, sebaliknya kami mau membiarkan diri kami dipimpin oleh Roh-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
