Galatia 5:13-15
Galatia 5:13. “Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.”
Setiap negara yang sedang mengalami penjajahan pasti mendambakan kemerdekaan. Karena itu, bangsa tersebut akan berjuang dengan sekuat tenaga membebaskan bangsanya dari penjajahan yang dialami, sampai nyawa pun akan siap untuk dipertaruhkan. Demikianlah perjuangan yang pernah dilakukan oleh bangsa Indonesia ketika dijajah oleh bangsa Jepang dan Belanda sampai memperoleh kemerdekaan pada tahun 1945. Namun, seorang tokoh yang pernah menjabat sebagai ketua KPK, yakni Abraham Samad berkata, ”Bangsa kita memang telah lama merdeka dari penjajahan bangsa lain, tetapi sekarang bangsa kita dijajah oleh bangsa kita sendiri (Kompas.com). Abraham Samad berkata demikian karena pemimpin bangsa, atau oknum, golongan-golongan tertentu dan bahkan banyaknya masyarakat melakukan hal-hal yang merusak citra diri bangsa Indonesia. Contohnya, KKN, NARKOBA, PEMBUNUHAN, PENCURIAN, PEMERKOSAAN, dll. Sebagai bangsa yang merdeka seharusnya kita melakukan langkah-langkah yang bisa membawa kemajuan bagi bangsa Indonesia bukan malah merusak bangsa sendiri.
Sebelum kita mengalami perjumpaan dengan kasih Tuhan, sesungguhnya kita adalah manusia yang berada di bawah kuasa Iblis dan menjadi hamba dosa, artinya tidak ada suatu pun perbuatan yang benar yang dapat kita lakukan (Rom.6:20). Jika kita tidak melepaskan diri dari ikatan dan kuasa si Iblis, maka hidup kita akan menuju kepada penghukuman yang kekal. Tetapi kita patut bersyukur kepada Tuhan karena melalui darah Anak Domba, kita telah dimerdekakan dari ikatan Iblis tersebut (Rom.6:17).
Karena itu, sebagai orang percaya yang sudah menerima kemerdekaan dan keselamatan dari Tuhan Yesus ada tindakan yang harus kita lakukan, yaitu melakukan kebenaran-Nya dan tidak hidup lagi dengan menuruti bisikan Iblis. Kita harus memberi hati dan pikiran kita dalam pimpinan Tuhan, supaya kita tidak berjalan atas kehendak kita. Selanjutnya, janganlah kita menggunakan kemerdekaan yang Tuhan berikan sebagai kebebasan untuk melakukan dosa. Namun sebaliknya, lakukanlah tindakan-tindakan yang dapat membangun kerohanian maupun iman kita kepada Tuhan.
Doa: “Bapa, saya mohon supaya Tuhan memimpin kehidupan saya agar saya dapat hidup seperti yang Engkau kehendaki, yaitu hidup seturut Firman-Mu dan bukan menurut kehendakku. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
