Maleakhi 3:16; Hosea 11:8
Hosea 11:8. “Masakan Aku membiarkan engkau, hai Efraim, menyerahkan engkau, hai Israel? Masakan Aku membiarkan engkau seperti Adma, membuat engkau seperti Zeboim? Hati-Ku berbalik dalam diri-Ku, belas kasihan-Ku bangkit serentak.”
Dalam pandangan Alkitab, Allah digambarkan sebagai sosok Pribadi yang bersedia mendengarkan doa dan kemudian menanggapinya.
Seseorang yang bernama Gail menceritakan kisahnya seperti ini: “Aku biasa berpikir, bahwa jika aku berusaha sebisa mungkin untuk cukup baik, Allah akan menjawab doaku menurut cara yang kuinginkan. Kini aku belajar untuk merendahkan diri. Aku hanyalah pelayan, pion, tanpa tahu apa yang terbaik untuk diriku. Aku telah melewati masa-masa buruk – dan banyak sekali – yang mengajarkan bahwa Allah dapat menggunakan apa pun demi rencana-Nya. Kadang aku dan suamiku menginginkan hasil tertentu, yang kemudian kami sadari hanya akan menimbulkan bencana bagi kami. Aku belajar bersikap rendah hati dalam berdoa. Allahlah bosnya, bukan aku. Apa pun yang merendahkan diri, baik bagiku. Karena kelihatannya Allah dengan senang hati akan meninggikan kita. Aku merasa terberkati memiliki suami yang mau berdoa denganku. Mengapa ada banyak pria yang sulit berdoa dengan istrinya (dan sebaliknya), tetapi bersedia berdoa dalam kelompok doa dengan orang asing? Mungkin karena kita bisa melihat kepalsuan apa pun dalam doa pasangan kita. Kita tidak bisa berpura-pura. Itu juga yang membuatku bersikap rendah hati.”
Karena itu, Allah menanggapi doa sama seperti orangtua bijak yang mempertimbangkan permintaan anaknya.
Doa: “Engkaulah Bapa yang senantiasa mendengarkan doa kami anak-anak-Mu. Kami percaya, bahwa semua yang Engkau sediakan atas kami pasti baik adanya. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
