Renungan Harian (17 Maret 2017)

DOA TANPA JEMU

Lukas 18:1-8

Lukas 8:7. “Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang sianng malam berseru kepada-Nya? Dan apakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?

Dalam Lukas 18, Tuhan Yesus mengajarkan kita untuk berdoa dengan tidak jemu-jemu. Ia menceritakan ada sebuah hakim yang lalim, yang dimintai tolong secara terus menerus oleh seorang janda. Akhirnya hakim lalim itupun luluh dan mengabulkan permintaan wanita tersebut. Bayangkan, seorang hakim yang jahat saja akhirnya mau menolong sang janda yang tidak ada kaitannya dengan dirinya, apalagi Allah kita. Ia bukan hakim yang kejam, tetapi Bapa yang sangat baik. Dan hubungan kita dengan Dia sangatlah terkait karena kita adalah anak-anak-Nya.

Elia pernah berdoa hanya satu kali dan kemudian api turun dari sorga membakar korban bakaran yang Elia persembahkan di hadapan para nabi Baal. Tetapi ada kalanya Elia berdoa hingga tujuh kali, baru kemudian hujan turun dengan lebat. Artinya, jika kita berdoa untuk sebuah hal belum terkabul, teruslah berdoa. Jika apa yang kita doakan itu sesuai dengan kehendak Allah, pastilah Ia akan mengabulkannya.

Kami sekeluarga telah berdoa untuk pertobatan ayah saya selama puluhan tahun tanpa jemu. Puji Tuhan di awal tahun 2015, akhirnya saya mendapat kehormatan untuk menuntunnya berdoa lahir baru dan mengundang Tuhan Yesus untuk menjadi satu-satunya Tuhan dan Juruselamat dalam hidupnya. Buah dari doa yang tak jemu-jemu.

Apa yang sedang Anda doakan? Tetaplah berdoa tanpa jemu! Percayalah, bahwa Ia akan membuat segala sesuatu indah pada waktu-Nya.

Doa: “Jika saat ini kami belum melihat jawaban doa kami, kami akan tetap berdoa tanpa jemu, sampai Engkau menyatakan kemuliaan-Mu, Tuhan. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …