Amsal 11:3; Amsal 15:8
Amsal 15:8. “Korban orang fasik adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi doa orang jujur dikenan-Nya.”
Saya teringat akan kisah seorang anak berusia 3 tahun yang selalu diajarkan hal-hal yang baik oleh ayahnya, terlebih lagi pada saat makan. Ayahnya selalu mengajarkannya dengan doa sederhana, “Tuhan Yesus, berkatilah makanan dan minuman ini. Amin.” Doanya hanya sesederhana itu.
Suatu hari ketika anak ini bermain dengan teman-temannya, tiba-tiba orang-orang di desa itu berlarian ke sana kemari sambil berteriak-teriak seperti ketakutan, dan ternyata ada seekor banteng yang sangat ganas sedang mengamuk.
Anak ini tidak tahu bahaya apa yang sedang terjadi, dia hanya tersenyum melihat warga yang lari ketakutan. Dan tiba-tiba banteng ini pun berlari mendekati anak ini, dan karena terkejut anak ini pun hanya bisa duduk sambil menangis dan berdoa. Doanya seperti ini, “Tuhan Yesus, berkatilah makanan dan minuman ini.” Dan, seketika itu juga banteng yang ganas itu berbelok arah meninggalkan sang anak tersebut.
Mungkin kita tertawa karena sepertinya doa sang anak kecil itu lucu juga keliru, tetapi ketahuilah, bahwa doa tidaklah harus panjang atau pun indah untuk didengar. Namun yang menjadi inti dari suatu doa adalah kejujuran hati kita saat menyampaikan isi hati kita kepada Tuhan Yesus.
Doa: “Roh Kudus, ajar kami untuk senantiasa jujur dan tulus saat kami berdoa. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
