Mazmur 130:1-8
Amsal 21:1. “Hati raja seperti batang air di dalam tangan Tuhan, dialirkan-Nya ke mana Ia ingini.”
Akibat krisis moneter yang pernah melanda Indonesia, ditambah dengan manajemen yang memang kurang apik, perusahaan ibu saya pun harus mengalami kebangkrutan dan menyisakan hutang yang berjumlah sangat besar, hingga milyaran rupiah. Angka itu untuk saat ini saja terbilang sangat besar, apalagi belasan tahun lalu, bukan? Setelah ia menjual semua assetnya, yaitu rumah, mobil dan perhiasan, tetap saja sisa hutang usahanya masih sangat besar kepada sebuah perusahaan penerbitan yang cukup besar di Jakarta. Kami sekeluarga waktu itu sudah kehabisan akal dan cara untuk membayar hutang tersebut. Tetapi kami tidak mau berputus asa dan menyerah. Kami tahu, bahwa kami masih memiliki pengharapan, yaitu Allah kami yang berkuasa.
Kami sekeluarga, ibu, anak dan menantu sepakat untuk mengambil waktu 3 hari untuk berdoa dan berpuasa meminta pertolongan Tuhan. Setelah berdoa dan berpuasa, ibu saya ditemani menantunya (suami dari adik saya) menghadap pemilik perusahaan penerbitan tersebut dan secara terus terang mengakui ketidakmampuannya untuk membayar hutang. Puji Tuhan, tidak kami sangka-sangka, hutang yang berjumlah milyaran rupiah tersebut diputihkan dan dianggap lunas. Tidak hanya sekedar lewat ucapan, tetapi juga tertulis di atas kertas bersegel. Sebuah mujizat yang luar biasa.
Saat ibu saya dipanggil Tuhan, di depan jenazahnya, adik ipar saya menyaksikan kepada semua jemaat sidang perkabungan yang hadir akan kuasa Allah yang nyata ia saksikan secara nyata lewat hidup ibu saya. Ia yang semula apatis akan hal-hal rohani, lewat kejadian itu matanya menjadi terbuka akan kuasa Allah.
Berharaplah kepada Tuhan, sebab pada-Nya ada kasih setia dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan (Mazmur 130:7).
Doa: “Tuhan Yesus, aku percaya, bahwa Engkau berkuasa melakukan segala sesuatu. Kepada-Mu, aku berseru dan menaruh pengharapanku, ya Allah dan Rajaku. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
