Renungan Harian (01 Maret 2017)

BERPUASA

Matius 6:16-18

Matius 6:17. “Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu.”

Dalam Alkitab, berpuasa menunjukkan kepada disiplin berpantang makanan demi maksud rohani. Sekalipun berpuasa sering dikaitkan dengan doa, namun puasa harus dipandang sebagai suatu tindakan rohani tersendiri. Sebenarnya berpuasa dapat disebut ‘berdoa tanpa mengucapkan kata-kata’.

Ada tiga bentuk puasa yang utama yang dikemukakan dalam Alkitab. Pertama, puasa yang biasa, yaitu berpantang semua makanan, tetapi tidak berpantang air (Mat. 4:2). Kedua berpuasa sepenuhnya, yaitu tidak makan dan tidak minum (Est. 4:16). Ketiga puasa sebagian, yaitu pembatasan makanan dan bukan tidak makan sama sekali (Dan. 10:3).

Kristus sendiri melakukan disiplin ini dan mengajarkan, bahwa berpuasa hendaknya menjadi sebagian dari pengabdian orang Kristen kepada Allah dan suatu tindakan persiapan untuk kedatangan-Nya kembali (Mat. 9:15).

Berpuasa dengan doa mempunyai banyak tujuan, antara lain yaitu: menghormati Allah, merendahkan diri di hadapan Allah agar lebih mengalami kasih karunia dan kehadiran Allah yang khusus. Selain itu untuk meratapi dosa dan kegagalan pribadi, meratapi dosa-dosa gereja juga bangsa, serta mencari kasih karunia untuk tugas yang baru dan menetapkan kembali penyerahan diri kita kepada Allah. Berdoa dan berpuasa juga bentuk mendisiplin tubuh agar dapat menguasai diri dan memperoleh petunjuk dan hikmat akan kehendak Allah.

Tunggu apa lagi? Ayo berdoa dan berpuasa!

Doa: “Roh Kudus, berilah kami kemampuan untuk berpuasa, agar kami boleh semakin peka akan kehendak Allah dan semakin mengenal Dia. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …