Kejang demam adalah kegawatdaruratan di bidang penyakit saraf anak (neuropediatri). Data di Amerika melaporkan 2-4% penduduk di USA pernah mengalami kejang demam. Angka yang tidak jauh berbeda dilaporkan di Eropa. Kejadian lebih tinggi dilaporkan di Asia dan Afrika, 5-10%.
Kejang demam adalah kejang yang terjadi karena kenaikan suhu tubuh (suhu dubur >38O C), disebabkan oleh proses di luar kepala (ekstrakranial). Kejang sendiri terjadi akibat adanya kontraksi otot yang berlebihan dalam waktu tertentu tanpa bisa dikendalikan. Salah satu penyebab terjadinya kejang demam yaitu tingginya suhu badan anak. Timbulnya kejang yang disertai demam ini diistilahkan sebagai kejang demam atau stuip/step. Masalahnya, toleransi masing-masing anak terhadap demam sangatlah bervariasi. Pada anak yang toleransinya rendah, maka demam pada suhu tubuh 38°C pun sudah bisa membuatnya kejang. Sementara pada anak-anak yang toleransinya normal, kejang baru dialami jika suhu badan sudah mencapai 39°C atau lebih.
Yang bisa dilakukan orang tua saat anak demam:
- Segera beri obat penurun panas begitu suhu tubuh anak melewati angka 37,5°C.
- Kompres dengan lap hangat (yang suhunya kurang lebih sama dengan suhu badan si kecil). Jangan kompres dengan air dingin.
- Agar si kecil tidak cedera, pindahkan benda-benda keras atau tajam yang berada dekat anak. Tak perlu menahan mulut si kecil agar tetap terbuka dengan mengganjal/ menggigitkan sesuatu di antara giginya. Miringkan posisi tubuh si kecil agar penderita tidak menelan cairan muntahnya sendiri yang bisa mengganggu pernapasannya.
- Jangan memberi minuman/ makanan segera setelah berhenti kejang karena hanya akan berpeluang membuat anak tersedak.
APA YANG HARUS DILAKUKAN DALAM 3 MENIT PERTAMA?
Beberapa hal sederhana, namun penting perlu dilakukan dalam 3 menit pertama : membebaskan jalan nafas, memasang oksigen dan menghentikan kejang.
Menolong anak kejang
- Jangan panik, segera longgarkan pakaiannya dan lepas atau buang semua yang menghambat saluran pernapasannya. Jadi kalau sedang makan tiba-tiba anak kejang, atau ada sesuatu di mulutnya saat kejang, segera keluarkan.
- Miringkan tubuh anak karena umumnya anak yang sedang kejang mengeluarkan cairan-cairan dari mulutnya. “Ini sebetulnya air liur yang banyak jumlahnya karena saraf yang mengatur kelenjar air liur tak terkontrol lagi. Memiringkan tubuh adalah supaya cairan-cairan ini langsung keluar, tidak menetap di mulut yang malah berisiko menyumbat saluran napas dan memperparah keadaan.
- Jangan mudah percaya bahwa meminumkan kopi pada anak yang sedang kejang bisa langsung menghentikan kejang tersebut. “Secara medis, kopi tak berguna untuk mengatasi kejang. Kopi justru dapat menyebabkan tersumbatnya pernapasan bila diberikan saat anak mengalami kejang, yang malah bisa menyebabkan kematian.”
- Segera bawa anak ke rumah sakit terdekat, jangan sampai otak kelamaan tak mendapat oksigen. “Usahakan lama kejang tak lebih dari tiga menit. Siapkan obat anti kejang yang disarankan dokter bila anak memang pernah kejang atau punya riwayat kejang.”
Obat Diazepam yang dimasukkan melalui dubur dapat diberikan dan terbukti efektif dalam menghentikan episode kejang (Tasker, 1998). Setelah kegawatdaruratan berhasil diatasi, langkah selanjutnya adalah melakukan identifikasi penyebab demam, mencegah kejang ulangan dan mengelola faktor penyulit: kadar elektrolit, gula darah dan infeksi.
Semoga bermanfaat.
Oleh: Lindawaty, dr. (Disunting dari Dokter Post)
GBI Pasir Koja 39 Bandung