1 Petrus 3:9
1 Petrus 3:9. “Dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat…”
Presiden Abraham Lincoln adalah presiden terbesar dalam sepanjang sejarah kepresidenan di Amerika Serikat. Sikapnya yang menonjol bukan hanya pantang menyerah, tetapi bagaimana dia mampu menghadapi orang yang selalu mengkritiknya dan menghinanya.
Suatu kali ada seorang bernama Edwin Stanton seorang rival politik yang terkenal bermulut tajam, kritikus kasar pada awal Perang Saudara. Dia pernah mengatai Lincoln dengan sebutan “gorilla”. Abraham Lincoln tidak pernah menanggapi kritik Stanton. Faktanya, ia malah menunjuk Edwin Stanton sebagai Sekretaris Perangnya pada tahun 1862. Pada saat koleganya mempertanyakan mengapa ia mempromosikan seorang kritikus tajam untuk posisi yang sangat tinggi itu, Lincoln hanya menjawab, “Karena ia adalah orang terbaik untuk pekerjaan itu.”
Keduanya saling bahu membahu dalam pemerintahan selama perang sipil. Hubungan keduanya begitu dekat dan mereka saling berbagi satu dengan yang lain. Mereka bekerja bersama-sama sampai malam yang naas di Teater Ford ketika peluru mengakhiri hidup Sang Presiden. Menurut saksi mata, Edwin Stanton menunduk dan memandang wajah pria yang ia pernah lawan dan ia mengucapkan kata-kata, “Di sini terbaring penguasa terbesar manusia di dunia yang pernah ada.”
Keputusan Lincoln untuk mengampuni Stanton untuk kata-katanya yang kejam dan mengangkat dia ke posisi tinggi di pemerintahannya menunjukkan hati Lincoln yang tidak pernah berniat untuk membalas dendam. Keanggunan Lincoln mengingatkan pemimpin terbesar yang pernah berjalan di bumi Tuhan kita Yesus Kristus.
Setelah Yesus diejek, dipukuli, dan dipaku pada kayu salib Romawi, Dia mengangkat mata-Nya ke langit dan berdoa, “Bapa, ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan.” Esensi kekristenan adalah kasih dan diwujudkan melalui pengampunan kepada orang yang melakukan hal buruk kepada kita. (NK).
Doa: “Tuhan Yesus, kami mau meneladani-Mu dengan senantiasa membalas kejahatan dengan kebaikan, agar dunia dapat melihat kasih-Mu lewat kami. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
