KEKUDUSAN ADALAH SEBUAH PANGGILAN
Roma 8:30
Roma 8:30. “Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.”
Roma 8:30 menyatakan, bahwa kita dipanggil untuk dibenarkan, dan dipanggil untuk dimuliakan. Kekudusan berhubungan dengan respon kita terhadap Allah. Memang ada yang mengatakan, bahwa kita harus peka terhadap suara Tuhan, tetapi tidak perlu tunggu sampai kita mendengar suaranya secara nyata di telinga baru kita merespon, karena sesungguhnya Ia telah berbicara lewat firman Tuhan yang tertulis di Alkitab.
Tuhan memanggil kita untuk dibenarkan di dalam nama-Nya. Namun ingat, bahwa Tuhan memanggil kita bukan untuk pembenaran diri. Banyak orang gagal memiliki hidup yang kudus karena lebih melakukan pembenaran diri. Kekudusan bukan mengenai boleh atau tidak boleh, tetapi kekudusan adalah sikap orang yang meresponi panggilan Tuhan untuk dibenarkan dan hidup di dalam kebenaran-Nya.
Saya memperhatikan perilaku anak saya saat saya memanggilnya. Jika dia ada salah, maka ia akan sangat takut, tetapi dia akan tetap datang menghampiri saya. Namun, setelah perbuatan salahnya ditegur dan dinasehati, maka dia akan kembali berseri-seri. Kita harus belajar seperti seorang anak ketika dipanggil orang tuanya, dan mau menerima teguran, kemudian setelah itu kembali bersukaria karena kesalahannya diampuni. Allah memanggil kita untuk memperbaharui, dan bukan membuang kita.
Kekudusan dimulai ketika kita berani datang kepada Allah dan menerima diri untuk diperbaharui.
Doa: “Bapa, terima kasih untuk kasih-Mu yang sempurna. Kami ditegur, dihajar, tetapi juga diampuni dan dipulihkan. Kasih-Mu luar biasa. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung