Renungan Harian (20 Agustus 2015)

KRISTUS MEMERDEKAKAN KITA (1)KRISTUS TELAH MEMERDEKAKAN KITA

Roma 6:15-23

Roma 6:22. “Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal.”

Ketika Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, maka sejak saat itu hubungan antara Allah dengan manusia menjadi terputus (Kej. 3). Sejak itu pula manusia hidup di bawah kuasa Iblis, sehingga perbuatan maupun tindakan apa pun yang dilakukan oleh manusia adalah perbuatan yang lahir dari kehendak yang sudah dipengaruhi dosa (Rom. 3:10-18). Manusia dengan usaha apa pun tidak akan pernah sanggup melepaskan dirinya dari ikatan atau kuasa Iblis tersebut (Ef.2:8-9) dan pada akhirnya jikalau manusia tetap hidup dalam dosa, maka akan menerima kebinasaan kekal di neraka (Rom.6:23).

Selanjutnya, yang sangat perlu kita harus pahami adalah bahwa tujuan utama Allah menciptakan manusia adalah untuk kemulian-Nya (Yes. 43:7) dan Allah tidak pernah merencanakan atau menghendaki manusia ciptaan-Nya untuk mengalami kebinasaan. Jadi Allah dengan inisiatif-Nya sendiri mengutus Anak-Nya ke dalam dunia, untuk menjadi korban tebusan bagi semua orang (Fil. 2:6-10) dan setiap orang yang percaya kepadanya tidak lagi menerima penghukuman yang kekal melainkan memperoleh kehidupan yang kekal di dalam Kerajaan-Nya (Yoh.3:16), dan melalui darah Kristus kita telah dimerdekakan dari kuasa si Iblis. Yang Tuhan kehendaki bagi kita yang dimerdekakan adalah supaya kita tidak lagi menghambakan diri kepada Iblis (Gal.5:1). Artinya, cara hidup lama kita harus kita tinggalkan kepada cara hidup yang seturut dengan firman Tuhan (Rom. 6:18).

Cara hidup yang seturut dengan firman Tuhan adalah hidup di dalam kekudusan (tidak kompromi dengan dosa) dan senantiasa menghasilkan buah-buah pertobatan (Rom. 6: 22). Contoh kongkritnya, jika sebelum mengenal Tuhan, mungkin kita terbiasa berbohong, berzinah, suka memberontak, dll. Maka, sebagai orang yang sudah menerima pembebasan dan kemerdekaan dari Tuhan kita harus meninggalkan semuanya itu (Rom. 6:19). Saya percaya jika kita menyerahkan hidup kita terus di dalam pimpinan Roh Kudus (Gal. 5:16) dan memiliki pengenalan akan Tuhan (2. Pet. 1:3-9) maka kita akan mampu melakukan kebenaran-Nya dan itulah cara hidup yang mempermuliakan Dia.

Doa: “Bapa, saya bersyukur Tuhan telah memerdekakan saya dari kuasa Iblis dan biarlah melalui pertolongan Roh Kudus saya mampu melakukan apa yang menjadi kehendak-Mu. Amin.”

 

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …