Matius 23:1-36
Matius 23:13. “Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di depan orang. Sebab kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha untuk masuk.”
Beberapa saat lalu, saya membuka akun twitter saya dan menemukan sebuah twit yang menuliskan, “Hati-hati dengan sikap merasa lebih rohani, lebih bertaqwa dan lebih beriman dari orang lain, sehingga sibuk menggurui orang lain dan lupa bercermin diri.” Mendadak saya merasa tertegur dan diingatkan Roh Kudus untuk memeriksa diri saya, agar berhati-hati dan jangan hidup seperti orang Farisi.
Orang-orang Farisi dikenal sebagai pemuka-pemuka agama yang tampil sangat alim di manapun mereka ada. Mereka hafal Taurat luar kepala, tetapi perilaku mereka jauh dari kebenaran. Mereka kerap merasa diri paling suci, sehingga merasa berhak untuk menghakimi orang lain menurut penilaian mereka pribadi. Hidup mereka menjadi batu sandungan bagi banyak orang.
Mengetahui firman Allah memang bagus dan wajib bagi setiap orang percaya, tetapi jika tidak disertai dengan ketaatan untuk melakukan firman, maka sejatinya iman kita akan menjadi iman yang mati, dan kita akan terjebak dalam dosa kesombongan dan kemunafikan. Bukannya menjadi partner kerja Allah untuk membangun kerajaan-Nya, tetapi malah sebaliknya menjadi batu sandungan yang menghalangi orang lain untuk datang kepada Kristus. Dan itu tentu tidak disukai Allah.
Karenanya, mari kita perhatikan dengan seksama bagaimana kita hidup. Bangunlah iman kita dengan senantiasa membaca dan mempelajari firman Allah, tetapi jangan hanya berhenti di sana, melainkan lakukanlah firman Allah dengan penuh ketaatan dan kesetiaan. Dan, ingatlah selalu, bahwa firman Allah yang Anda baca itu sesungguhnya ditunjukkan untuk Anda dan jangan digunakan untuk menghakimi orang lain.
Doa: “Roh Kudus, selidikilah hati kami agar senantiasa bersih dan tulus. Jauhkanlah kami dari kemunafikan, tetapi sebaliknya biarlah kami senantiasa taat melakukan firman-Mu. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
