Yohanes 10:10
Yohanes 10:10b. Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.
Setiap orang akan mengidamkan kehidupannya sehari-hari yang bahagia, produktif, dan berhasil. Namun kenyataannya untuk mendapatkan itu semua tidak selalu mudah bagi setiap orang. Tidak sedikit orang yang tidak memahami, bahwa tercapainya keinginan untuk hidup bahagia terkendala oleh adanya ganguan pada pola pikir atau cara bersikap, dan muncul dalam bentuk cara bertindak dan berperilaku yang secara tidak sadar justru akan menjauhkan dirinya dari harapan-harapan tersebut. Oleh sebab itu perlu adanya perubahan pola pikir (mind-setting), sehingga dimampukan untuk menyesuaikan diri dan membangun diri dalam menghadapi rintangan dan tantangan. Akibatnya orang tersebut akan berpikir secara kreatif yang merupakan suatu kekuatan daya cipta yang mewujudkan karya dan kerja yang bertumpu pada inovasi. Inovasi tersebut dapat diterapkan dalam perilaku yang positif; produktif; dan kontributif, sehingga dapat menangani berbagai tantangan praktis saat melakukan inovasi, alhasil mampu melampaui batas-batas tradisional yang telah ada (menghancurkan tembok-tembok pembatas).
Melampaui batas-batas tradisional telah dilakukan oleh Tuhan Yesus, ketika Ia masih berada di dunia, saat melakukan pelayanan holistik (meliputi roh; jiwa; dan tubuh) dengan memberikan makan kepada empat ribu orang yang lapar (Markus 8:1-10). Hanya dengan tujuh ketul roti mampu memberi makan orang banyak hingga kenyang, dan mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa hingga sebanyak tujuh bakul. Suatu peristiwa yang Ia lakukan secara supranatural, yang dapat memberikan banyak pembelajaran bagi setiap anak-Nya.
Perlu disadari, bahwa Tuhan telah memberikan potensi dan kompetensi yang sama bagi setiap orang di dunia ini, namun masalahnya adalah seberapa jauh dapat memanfaatkannya secara maksimal oleh setiap anak-Nya. Oleh sebab itu langkah utama yang terpenting adalah melakukan perubahan cara pandang, bahwa Tuhan tidak ingin membiarkan hidup setiap anak-Nya dalam kekurangan (Yoh 10:10), melainkan hidup yang berkelimpahan. (NK).
Doa: “Roh Kudus, berilah kemampuan agar kami dimampukan untuk melakukan perubahan pola pikir, sehingga dapat melakukan sesuatu yang dapat menembus batas- batas tradisional. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
