Renungan Harian (14 Januari 2017)

EGKRATEIA

Roma 12:3

Roma 12:3. “…Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman,..”

Retno Wulan Sutantio (terlahir Siem Gwee Ing) adalah salah seorang hakim jujur yang pernah dimiliki dunia peradilan Indonesia. Hakim yang jebolan FHUI ini memang terkenal ‘kebal’ terhadap suap. Suatu kali ia mencak-mencak dan mengusir orang-orang yang berusaha menyuapnya demi memenangkan perkara. “Keluar! Jangan coba-coba bawa amplop itu kepada saya!” hardiknya tegas kepada mereka yang mencoba menggoyahkan imannya.

Retno terkenal jujur dan rendah hati. Ia hidup sederhana bukan hanya pada level teori, tetapi benar-benar dalam prakteknya. “Hakim harus jujur dan sederhana,” paparnya suatu ketika. Sampai masa pensiun, ia lebih memilih untuk menggunakan kendaraan umum dalam bekerja. Ia belajar mengendalikan diri sedemikian rupa supaya nafsu serakah tidak melunturkan niat awalnya menjadi penjaga keadilan. Keserakahan, seperti kita tahu, telah menenggelamkan banyak orang ke dalam lubang kerakusan. Jika kerakusan itu dipenuhi, yang terjadi kemudian adalah kerugian yang ditimbulkan untuk orang lain, masyarakat dan juga negara dalam level yang lebih luas.

Dalam bahasa Yunani sehari-hari, kata penguasaan diri atau ‘egkrateia’ dipakai untuk mengungkapkan sikap seorang kaisar yang tidak pernah membiarkan kepentingan pribadinya mempengaruhi jalannya pemerintahan atas rakyatnya. Walaupun kaisar memiliki kekuasaan mutlak untuk bertindak semaunya, namun bila ia mampu menguasai diri dalam kepemimpinannya, maka ia dianggap memiliki egkrateia. Ini adalah sebuah kekuatan dalam diri untuk dapat mengontrol atau menguasai diri sendiri.

Dalam kehidupan, kita diperhadapkan pada pilihan-pilihan menggiurkan yang dapat kapan saja membuat kita terpeleset pada keinginan demi keinginan. Kiranya kita menerima kekuatan Allah untuk memiliki egkrateia, penguasaan diri, lebih dan lebih lagi. Itulah yang membuat kita memiliki ketahanan terhadap godaan apapun yang akan menjatuhkan kita. (NK).

Doa: “Biarlah kami dikenal sebagai seorang yang hidup sesuai dengan firman-Mu, agar kehidupan kami pun dapat menjadi teladan bagi banyak orang. Di dalam nama Tuhan Yesus. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …