Renungan Harian (13 Januari 2017)

BERMURAH HATI ITU WAJIB

Lukas 10:29-37

Lukas 6:35. “Kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka , … dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat.”

Teman saya mengomentari kebiasaan beberapa orang yang ketika sepulang berlibur membagi banyak sekali oleh-oleh kepada masing-masing temannya yang lain. Katanya: pasti dia merasa itu kewajibannya karena dia juga menerima banyak oleh-oleh saat temannya yang lain bepergian. Intinya, karena seseorang menerima banyak, dia harus memberi banyak juga atau lebih banyak lagi.

Secara manusiawi, kita dapat dengan mudah mengasihi dan bermurah hati kepada orang yang mengasihi dan bermurah hati kepada kita. Keyakinan bahwa kewajiban kita hanyalah membalas kebaikan orang yang telah berbuat baik terhadap diri kita adalah suatu penghalang utama untuk hidup dalam kemurahan hati.

Tetapi kita diperintahkan Tuhan untuk melakukan hal yang lebih jauh, yaitu mengasihi dan bermurah hati kepada orang yang nampaknya tidak layak menerima kasih dan kemurahan hati kita. “Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?” (Matius 4:56). Tuhan telah lebih dulu bermurah hati dengan melimpahkan kasih-Nya kepada kita saat kita masih berdosa, sehingga kita wajib membagikan kasih Tuhan itu bahkan kepada orang-orang yang telah berbuat jahat terhadap diri kita.

Dalam perumpamaan tentang orang Samaria yang baik hati, bandingkan sikap antara Imam, orang Lewi, dan orang Samaria terhadap orang yang tergeletak di depan mata. Perhatikan, bahwa orang Samaria sebenarnya “tidak memiliki kewajiban” untuk menolong bila mengingat bahwa saat itu orang Yahudi dan orang Samaria dalam keadaan bermusuhan.

Iman tanpa perbuatan adalah sia-sia. Sia-sia jika kita setiap hari membaca Alkitab, rutin pergi ke gereja, aktif melayani dan berdoa, tetapi tidak peduli terhadap orang yang membutuhkan di sekitar kita. (NK).

Doa: “Tuhan, ajar aku untuk mampu mengasihi dan bermurah hati kepada orang yang membutuhkan yang ada di sekitarku. Beri aku kepekaan, kemampuan dan hikmat untuk bertindak sesuai kehendak-Mu. Amin.”

 

 

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …