Efesus 5:22-33
Efesus 5:2. “Hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita. “
“Gembok Cinta” adalah suatu fenomena yang sedang marak. Ribuan orang yang tengah jatuh cinta telah memasang gembok-gembok cinta ini pada banyak jembatan, pintu gerbang, dan pagar di seluruh dunia, termasuk Perancis, Spanyol, Meksiko, dan masih banyak negara-negara lain. Bahkan di Bandung, di sebuah tempat obyek wisata di daerah Lembang pun kini tertular fenomena gembok cinta. Sebagian orang menganggap tindakan ini sebagai seni yang indah dan gambaran dari cinta yang penuh komitmen.
Namun, tidak semua setuju dengan anggapan tersebut. “Adalah penting untuk membuat orang memahami bahwa ini bukan tindakan yang manis dan mewakili perasaan tertentu, tetapi ini merupakan suatu tindakan yang hambar,” kata penulis Alberto Toso Fei kepada Gazzetta del Sud. Pasangan Carolyn Barnabo dan Clive Roberts yang menaruh gembok di Pont des Arts, Paris, Perancis secara simbolis membuang kunci gembok ke sungai Seine. “Semuanya sudah diluar kendali dan saya merasa tidak enak karena turut melakukannya,” kata Carolyn yang tinggal di Suffolk, Inggris. “Jembatan indah itu sekarang menjadi rusak.” Kota Venesia berusaha mencegah pasangan kekasih menaruh gembok pada jembatan kota tersebut sebagai tanda cinta, dengan mengatakan bangunan tua itu terlalu rapuh untuk menangggung beban.
Bagi kita orang Kristen, lambang cinta yang sejati sesungguhnya telah dinyatakan Tuhan Yesus lewat salib yang dipikul-Nya. Salib juga adalah tempat di mana Ia merelakan tubuh-Nya dipakukan, bahkan merelakan nyawa-Nya sebagai tanda kasih-Nya kepada kita. Salib adalah lambang cinta yang sejati dan cinta yang penuh komitmen. Salib tidak merusak, tetapi justru memulihkan. Salib tidak menuntut, bahkan sebaliknya berkomitmen untuk memberi yang terbaik. Salib lah lambang kasih yang kekal, yang mestinya menjadi teladan para pasangan Kristen untuk mengasihi pasangannya masing-masing.
Di tengah romantisme dunia yang kelihatannya tetapi belum tentu benar, marilah kita mempraktekkan kasih sejati yang Kristus telah teladankan di atas kayu salib, agar dunia melihat, bahwa itulah lambang Cinta Sejati yang sesungguhnya.
Doa: “Kami mau hidup di dalam kasih sebagaimana Engkau telah mengasihi kami, karena kasih sejati adalah kasih-Mu, Tuhan Yesus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
