Apa Yang Ada Padamu?

misiKeluaran 4:1-2  Lalu sahut Musa: “Bagaimana jika mereka tidak percaya kepadaku dan tidak mendengarkan perkataanku, melainkan berkata: TUHAN tidak menampakkan diri kepadamu?” TUHAN berfirman kepadanya: “Apakah yang di tanganmu itu?” Jawab Musa: “Tongkat.”

Takut, bingung dan tidak percaya diri saat kita mendengar permintaan untuk terlibat dalam pelayanan “misi” adalah hal yang manusiawi. Saat kita memenuhi panggilan Tuhan untuk melakukan pekerjaan-Nya, Roh Kudus akan memampukan kita melakukannya. Sebagai manusia biasa kita mengalami ketakutan dan kebingungan saat menghadapi sesuatu yang baru dan itu adalah hal yang manusiawi, bahkan Musa pun mengalaminya. Dalam kondisi seperti ini, kita perlu punya hubungan yang baik dengan Tuhan untuk mengerti akan panggilan-Nya secara spesifik, karena jika Tuhan yang memanggil maka Dia akan memampukan dan bertanggung jawab atas semuanya. Jadi melakukan misi bukan didasari karena kita mengandalkan kekuatan sendiri, mengikuti keinganan teman, kakak rohani atau bahkan karena hanya disuruh pendeta kita.

Mengabarkan Injil dan menjadi saksi adalah bagian dari gaya hidup orang Kristen yang sudah berjumpa dengan Yesus. Dalam melakukan pekerjaan pemberitaan Injil kita sering kali menjadi minder, takut dan tidak percaya diri karena kita merasa kita tidak punya kemampuan berbicara, berkotbah, bernyanyi dan lain sebagainya. Namun Tuhan datang dan menerima kita apa adanya dan Ia rindu untuk bekerja dengan segala keberadaan kita.

Apa yang ada padamu, itulah yang Tuhan mau pakai untuk kemuliaan-Nya. Tuhan bekerja melalui apa yang kita miliki bukan apa yang tidak kita miliki. Saat Musa diminta Tuhan bertemu dengan Firaun, Tuhan bertanya apa yang ada ditangannya. Saat ini apa yang ada pada kita? Seringkali karena keterbatasan fisik, kemampuan dan dana menjadi alasan untuk menunda atau bahkan menolak untuk melakukan perkabaran Injil. Pekerjaan perkabaran Injil tidak hanya bercerita tentang pergi ke pelosok desa, ke pedalaman, atau tempat-tempat yang jauh. Menyaksikan tentang Yesus dimulai dari skala yang paling kecil, sampai yang paling luas. Kis. 1:8, Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.

Oleh karena itu, GBI Pasirkoja 39 merindukan keterlibatan aktif seluruh jemaat dalam pekerjaan perkabaran Injil dan penjangkauan jiwa-jiwa baru melalui program misi. Di tahun 2017, akan ada pembentukan tim doa reguler misi dan rencananya akan ada training khusus untuk jemaat yang tergerak yang ingin berpartisipasi aktif untuk berangkat ke ladang misi. Tim doa khusus ini, rencananya akan berjalan setiap minggu mulai 2017. Dari tim doa inilah harapan akan lahir orang orang yang siap secara rohani untuk maju ke garis depan.

Selain itu tim perlu dengan intens berdoa untuk area pelayanannya dan mempelajari dengan baik area yang akan dikunjungi, dikarenakan area pelayanan misi mempunyai karakteristik daerah yang beragam dan seringkali tim harus melewati medan yang sulit seperti Papua, Sulawesi, Kalimantan dan Flores. Maka persiapan fisik pun perlu dipersiapkan secara khusus dan baik.

Bekerja untuk penginjilan bukanlah kerja seorang diri (one man show), tetapi kerja kelompok dan kolektif. Pada saat Tuhan mengutus murid berdua-dua, agar mereka bisa menjadi sehati sepikir dan saling menguatkan. Kenyataanya ada banyak orang merasa penginjilan adalah jasa mereka pribadi, padahal sesungguhnya setiap peran sekecil apapun di dalam pelayanan mempunyai nilai yang sama di hadapan TUHAN. “Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya (Luk. 10 :1)

Melihat rencana penginjilan 2017, GBI Pasirkoja 39 mempunyai beberapa target kerja yang akan dibagi kedalam 4 area besar : fokus yang sudah terkembangkan dengan baik seperti Kalimantan, fokus baru yang akan dikembangkan seperti Muwur (Flores-Ruteng), Fokus Bandung Selatan dan sekitarnya, serta fokus area Jawa Tengah dan Jawa Timur. Yang terakhir adalah fokus daerah tambahan baru yang mungkin ada atau timbul di tengah fokus tahun perencanaaan.

Selain itu, salah satu mimpi bersama yang ingin diwujudkan adalah rencana pendirian klinik gereja. Ini adalah salah satu target yang hendak dicapai paling lambat pada tahun 2018. Klinik ini ke depan diharapkan dapat mendukung gereja dalam pelayanan kasih untuk seluruh komponen gereja, masyarakat sekitar gereja dan masyarakat umum secara luas. Kita perlu bersiap dalam doa, ijin pendirian, sarana dan prasarana. Selain itu yang tidak kalah penting adalah persiapan komitmen diri dari setiap jemaat untuk ikut terlibat.

Waktunya sudah dekat, tuaian sudah menguning mari kita bersiap, lakukan perkejaan bagian kita untuk Tuhan. Kata-Nya kepada mereka: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. (Luk. 10:2).

Sudah saatnya kita bergerak bersama dalam mengabarkan Injil, apapun yang sudah Tuhan taruhkan di dalam hati kita, apapun yang kita bisa mulai kerjakan, jangan ditunda, itulah yang harus kita lakukan dengan segenap hati dan sukacita di dalam tuntunan Roh Kudus untuk kemuliaan Tuhan. Tuhan memberkati kita semua.

Oleh: Ronny Lesmana

 

 

 

Check Also

Kesaksian Jawa Tengah

KESAKSIAN JAWA TENGAH

Oleh: Indri Haans Agnecia: Arti melayani yang Sesungguhnya untuk saya pribadi adalah Kasih yang nyata, …