RAHAB DAN NASIB KONTROVERSIALNYA
Galatia 6:8-10
Galatia 6:8. “Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.”
Rahab merupakan salah satu tokoh dalam Alkitab yang kontroversial. Bagaimana tidak, statusnya seorang pelacur, tapi tercatat harum di Alkitab sebagai salah satu pahlawan iman. Karena imannya ia telah dibenarkan hanya karena menyembunyikan pengintai di Yerikho. Saat itu merupakan saat krusial bagi bangsa Israel, karena Yerikho merupakan kota yang terakhir di negeri Kanaan yang yang harus ditaklukan untuk masuk ke negeri perjanjian bagi bangsa nomaden ini.
Kota yang besar, dikelilingi oleh tembok yang konon kabarnya tebalnyapun 2 kali lebar kereta kuda saat itu. Kota yang sulit ditaklukan, sehingga Yosua perlu mengirimkan pengintai ke sana. Dalam kondisi normal, kota Yerikho yang berbenteng tinggi hampir tak mungkin dikalahkan. Namun demikian, kota itu menjadi tak berdaya karena cerita-cerita yang luar biasa mengenai kuasa Allah.
Peranan Rahab menjadi faktor sentral disini. Keyakinan Rahab, bahwa Yerikho akan jatuh ke tangan bangsa Israel yang kesohor lah, yang membuat dia dengan keberanian mempertaruhkan nyawanya untuk menyembunyikan para pengintai. Pilihan Rahab hanya dalam beberapa jam untuk menyembunyikan para pengintai telah mengubahkan hidupnya. Dia pun selamat dan menjadi bagian dari bangsa Israel.Dari sini kita belajar, masa lalu tidak selalu berarti menentukan masa depan kita.
Sudah waktunya kalau orang berbicara mengenai tabur tuai, bukan hanya diaplikasikan dengan pemberian uang, tetapi mestinya diaplikasikan dengan kehidupan yang sesuai dengan kekekalan atau menabur dalam roh akan menuai kekekalan. Jika kita tidak mengarahkan kepada kekekalan, maka kita akan terjebak menjadi hamba mamon (uang) yang membuat kita menjadi manusia yang hidup dalam kedagingan dan keangkuhan hidup, di mana akhirnya akan menyeret kita kedalam kebinasaan. (NK).
Doa: “Tuhan Yesus ajarilah kami untuk dapat menggunakan waktu yang sementara ini untuk menukarkannya dengan hal yang bersifat kekekalan. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung