Renungan Harian (26 Desember 2016)

26SALAM DARI MARIA

Lukas 1:39-56

Lukas 1:41. “Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus,”

Kontak pribadi dan komunikasi dewasa ini sangat dipermudah oleh teknologi seperti telepon, internet, email, chating dan sebagainya. Namun, perjumpaan pribadi yang disertai emosi-emosi dan perasaan-perasaan terdalam tidak dapat digantikan oleh teknologi. Salah satu cara untuk berjumpa adalah dengan mengadakan kunjungan. Kita menyadari, betapa menyenangkan suatu kunjungan seorang anggota keluarga atau teman atau kenalan, karena ada berita gembira yang hendak disampaikan atau rasa kangen karena sudah lama tidak berjumpa, misalnya karena jarak yang memisahkan.

Maria, seorang wanita yang dikarunia oleh Allah, ingin berbagi kebahagiaan dengan saudarinya Elizabeth yang juga menerima karunia Ilahi. Walaupun harus melewati jalan berbukit dalam perjalanan yang melelahkan, juga belum dimilikinya alat telekomunikasi, semuanya itu tidak mengurungkan niat baik Maria untuk datang mengunjungi Elizabeth secara pribadi dan berbagi kasih. Sapaan salam Maria membawa sukacita dalam roh kepada Elizabeth. Elizabeth pun membalasnya dengan menyapa dia sebagai, “Ibu Tuhanku.” Sukacita berbalas sukacita. Kasih berbuah kasih. Maria tidak membawa kado selain dirinya sendiri, kehadiran, perhatiannya dan waktunya. Inilah hadiah yang paling berharga yang nilainya tidak dapat diukur secara material. Sebagai ungkapan syukur, Maria pun menyampaikan pujian, “Jiwaku memuliakan Tuhan.”

Bangunlah sebuah komunitas dengan jemaat lain walaupun hanya dengan kunjungan dan sapaan salam. Bawalah kabar sukacita dan salam damai ketika mengadakan kunjungan, bahkan ketika berjumpa dengan siapa pun.

Natal adalah saat indah untuk menyatakan semua itu, bukan berarti hanya di bulan Natal seperti ini saja kita melakukan tindakan kasih, tetapi dalam momen Natal ini, mari kita menyatakan kasih yang telah Tuhan berikan kepada Anda dan saya, dan kemudian kita bagikan kembali kepada orang lain.

Doa: “Terima kasih untuk kasih-Mu yang Engkau nyatakan lewat peristiwa Natal, ya Tuhan Yesus. Kami pun rindu menyalurkan kasih-Mu kepada seluruh orang yang kami temui. Amin.”

 

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …