Renungan Harian (20 Desember 2016)

20PERDAMAIAN DUNIA

Yakobus 4:1-17

Yakobus 4:1. “Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu?”

Tanpa perlu saya jelasakan secara terinci, kita semua tahu, bahwa akhir-akhir ini negara kita sedang dilanda konflik yang cukup panas. Dengan media yang selalu membesar-besarkan perbedaan untuk membuat kisah yang menarik, peradapan dengan cepat kehilangan kesopanannya. Bukannya kebaikan, melainkan sikap kasarlah yang semakin meningkat. Tidak hanya secara umum, secara pribadi pun, mungkin kita melihat lingkungan yang dekat dengan kita pun sedang mengalami banyak konflik, akibat ketidaksepakatan, pertikaian, dan permusuhan. Pendidikan tinggi terbukti tidak secara otomatis membuat seseorang cakap dalam mengelola perbedaan.

Untuk sebuah perdamaian, Anda dan saya perlu mengerti apa yang menjadi penyebab konflik, agar kita dapat menghindarinya. Salah satunya adalah sifat alami kita yang egois. Jika saya menginginkan segala sesuatu menurut kemauan saya sendiri dan Anda juga demikian, maka agenda kita akan berbenturan. Dan jika tidak ada yang mau mengalah, maka api konflik pun akan terpercik.

Daripada memaksakan kehendak dan menyalahkan orang lain atas tidak tercapainya semua hal yang Anda inginkan, Alkitab menasihatkan kita untuk datang kepada Allah dalam doa (Yakobus 4:1-2). Jika Anda selalu berdoa dan mencari kehendak Allah sungguh-sungguh, maka perbantahan akan berkurang dan Anda akan mengalami kedamaian pikiran, yang otomatis akan membuat konflik terhindarkan.

Untuk menciptakan perdamaian di dunia, Anda dan saya mungkin tidak banyak yang bisa kita lakukan. Tetapi sebagai orang yang telah menerima Krisus yang adalah Raja Damai, maka kita dapat memulainya dengan menciptakan kedamaian di dalam kehidupan pribadi kita, lalu di tengah keluarga kita, dilanjutkan di tengah komunitas Anda, dan seterusnya.

Doa: “Ampuni kami, ya Allah. Kami kerap memaksakan ego kami sehingga kami mengalami banyak konflik dengan orang lain. Ajar kami untuk rendah hati, seperti Kristus. Amin.”

 

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …