PIKIRAN KRISTUS MENJELANG NATAL
Filipi 2:1-11
Filipi 2:5. “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,”
Natal adalah saat di mana kita merayakan kelahiran Yesus Kristus ke dunia. Natal ada karena kasih Tuhan yang begitu besar atas kita. Tuhan merelakan anak-Nya yang tunggal turun ke dunia ini, mengambil rupa sama seperti kita untuk menebus dosa-dosa kita semua, agar kita tidak binasa, melainkan bisa memperoleh kehidupan yang kekal. Hubungan kita dengan Tuhan dipulihkan, sehingga hari ini kita bisa “dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia” (Ibrani 4:16), merasakan kedamaian berdiam dalam hadirat Tuhan. Ini adalah anugerah yang luar biasa yang bisa kita nikmati lewat penebusan Kristus.
Kelahiran Yesus sudah sepantasnya kita sikapi dengan sukacita. Kedatangan-Nya ke dunia ini membawa misi penting untuk menebus kita semua, sebagai bukti nyata betapa Tuhan mengasihi manusia dan tidak ingin satu pun dari kita untuk binasa. Ayat emas yang sudah tidak asing lagi bagi kita dalam menuliskan isi hati Bapa akan kasih dan kepedulian-Nya terhadap diri kita. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16). Sukacita hadir di dalam diri kita, dan sebagai manusia tentu kita akan merayakannya melalui berbagai kegiatan yang diisi dengan kegembiraan.
Lewat pertobatan. kita meninggalkan kehidupan lama kita yang penuh cacat dan diperbaharui dalam roh dan pikiran kita, dan menggantikannya dengan sebuah hidup sebagai manusia baru yang telah sesuai kehendak-Nya dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya sesuai kehendak Tuhan. (Efesus 4:22-24). Be constantly renewed in the spirit of your mind. Roh kita sudah diperbaharui, maka pemikiran kita pun seyogyanya mengikuti itu. Seperti yang Paulus gambarkan dalam Filipi 2. “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus” (Filipi 2:5).
Doa: “Teladan-Mu sungguh telah nyata Engkau berikan padaku. Kini biarlah pikiran dan perasaanku pun sama seperti pikiran dan perasaan-Mu, Tuhan Yesus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung