Matius 22:37-40
Matius 22:40. “Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”
Hukum yang pertama dan terutama buat orang percaya adalah mengasihi Tuhan. Tentunya secara gamblang diartikan, bahwa kasih kepada Tuhan harus melebihi kasih kepada siapa pun, tetapi harus diingat hal ini tidak lalu membuat kasih kepada sesama berkurang kadarnya.
Kalau kasih kepada Tuhan membuat seseorang kurang mengasihi orang-orang yang ada di sekitarnya, khususnya keluarga sendiri, maka jelas-jelas itu adalah kasih yang salah. Kalau seseorang mengasihi Tuhan dengan benar, maka ia tidak akan melukai orang di sekitarnya. Terdapat fakta di mana seseorang mengaku mengasihi Tuhan dan berjuang untuk mewujudkan kasihnya tetapi ia harus mengorbankan orang lain, termasuk menelantarkan orang-orang dan keluarganya yang seharusnya menjadi tanggung jawabnya (Matius 15:5-6). Sebaliknya justru kasih kepada Tuhan yang benar akan membuat orang di sekitarnya merasa teduh dan nyaman. Justru kasih kepada Tuhan diekspresikan dengan kasih kepada sesama manusia secara proporsional (Matius 25:35-40).
Banyak kita temui ada segolongan orang-orang yang mengaku mengasihi allahnya, sampai-sampai mereka membela dengan membabi buta dan rela mengorbankan nyawa. Tetapi keluarga dan orang-orang yang seharusnya menjadi tanggung jawabnya justru ditelantarkan. Mereka merasa telah membela allahnya tanpa mempedulikan orang-orang yang seharusnya menerima perhatian, kasih dan nafkah yang memadai.
Seiring dengan pertumbuhan kasih kepada Tuhan secara benar, maka tindakan kasih seseorang kepada sesamanya juga seharusnya semakin berkualitas. Jika tidak, berarti ia tidak mengasihi Tuhan dengan benar.
Kasih kepada Tuhan yang tidak terlihat seharusnya justru harus diekspresikan dalam bentuk mengasihi orang-orang yang terlihat yang ada di sekitar kita, dan tentunya dimulai dari mengasihi keluarga terdekat. (NK).
Doa: “Bapa di sorga terimakasih buat kasih-Mu di dalam hidup kami yang tak pernah berkesudahan. Kami mau belajar mengasihi Engkau dan sesama kami lebih lagi, karena Engkau telah terlebih dulu mengasihi kami. Terimakasih Bapa. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
