Yakobus 3:11-12
Yakobus 3:11. “Adakah sumber memancarkan air tawar dan air pahit dari mata air yang sama?”
Dalam sebuah training marketing, saya pernah mendapatkan pelajaran tentang bagaimana melakukan percakapan di telefon dengan pelanggan. Salah satu cara berlatihnya adalah dengan memasang kaca di depan agar saya dapat melihat raut muka sendiri sewaktu berbicara di telefon.
Ternyata menurut survey, pelanggan dapat membedakan situasi hati kita ataupun situasi hati hanya melalui suara. Kesan yang ditimbulkan suara kita akan bergantung pada sikap dan kesungguhan hati. Jadi menurut training ini, jika sedang berbicara dengan pelanggan melalui telefon, kita harus tetap memasang muka antusias dan selalu tersenyum sama seperti ketika kita berhadapan langsung. Karena kondisi kita sesungguhnya akan dapat terpancar dan ditangkap sinyal-sinyalnya oleh lawan bicara.
Disadari atau tidak, hati manusia akan memancarkan kondisi emosi dan sifat aslinya melalui berbagai bentuk atau tanda-tanda yang ditunjukkan dalam perilaku kita sehari-hari. Seringkali ada orang-orang yang mencoba mengkamuflase keadaan hatinya yang buruk dengan memasang wajah dan kata-kata yang baik, tetapi orang-orang biasanya tetap dapat menangkap sinyal kepalsuan, atau kondisi hati yang sesungguhnya.
Tuhan menginginkan kita untuk merubah hati melalui pembaharuan budi, bukan hanya merubah penampilan luar melalui sikap atau kata-kata yang sopan dan manis saja. Semua tidak ada gunanya jika didalamnya masih menyimpan kejahatan, kepalsuan, sakit hati, dengki dan hal buruk lainnya. Yang akan Tuhan nilai dan lihat adalah siapa sesungguhnya diri kita melalui hati yang kita miliki. Bukan dinilai dari perbuatan dan kepura-puraan kita.
Tidak mudah memang untuk menyelaraskan keadaan hati dengan perilaku kita. Firman Tuhan mengatakan jika yang harus dibenahi adalah hati dan bukan hanya kulitnya saja. Orang benar akan hidup selaras antara sikap hati dan perbuatan atau perilakunya. (NK).
Doa: “Tuhan, aku tidak mau menjadi orang yang hidup dalam kepura-puraan. Ajar, bentuk dan ubahkan aku agar memiliki hari yang baik yang akan memancarkan perilaku yang baik juga. Biarlah dalam hidupku, Engkau dapati aku menjadi orang yang tulus dan berkenan kepada-Mu. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
