Matius 5:16. “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”
Pusat Kesehatan Mabes TNI dikepalai oleh seorang berdarah Tionghoa bernama Daniel Tjen. Dua bintang kini tersemat di pundaknya sebagai prajurit TNI-AD. Untuk dapat masuk ke ruangannya, empat pos pemeriksaan dan penjagaan terlebih dulu harus dilalui. Mayjen TNI Daniel Tjen berkantor di lantai 6 Gedung B-3, Markas Besar (Mabes) TNI, Cilangkap, Jakarta.
Setiap tamu memang harus menyebutkan tujuan dan keperluan secara jelas mengapa akan menemui Daniel. Tanpa itu, sulit rasanya bisa menemui satu-satunya perwira tinggi TNI berdarah Tionghoa yang masih aktif tersebut. Sesampai di depan ruangan sang jenderal, dua prajurit TNI kembali akan menginterogasi orang yang akan bertemu komandannya.
Prajurit TNI kelahiran Pulau Bangka, Provinsi Bangka Belitung, 24 Juni 1957, tersebut adalah putra dari Tjen D. Tjoeng, salah seorang karyawan di sebuah pabrik timah di Pulau Bangka. Terlahir enam bersaudara, hanya dialah yang memilih karier di dunia militer, sementara saudara-saudaranya berdagang sebagaimana kebanyakan orang Tionghoa.
Sebagai tentara, Daniel pernah menjalani “tour of duty” di berbagai wilayah, sebelum akhirnya di Markas Besar AD. Ia pernah bertugas di Timor-Timur, Kostrad, Pangdam III Siliwangi dan juga RSPAD Gatot Subroto. Pada saat ia bertugas di RS Angkatan Darat itu prestasi akreditasi RS International berhasil diraih. Karir militer Daniel tidak hanya cemerlang di lingkungan TNI. Di dunia internasional, dia juga mendapat pengakuan. Saat ini dia dipercaya duduk sebagai Co-Chairman di International Committee of Military Medicine (ICMM).
Demikianlah setiap orang yang mau bekerja keras di dalam karier yang dipilihnya, apapun latar belakangnya, akan mengalami kesuksesan. Dan yang lebih penting, apa yang dilakukan bermanfaat bagi orang lain, masyarakat, bangsa, bahkan wilayah dunia yang lebih luas. (NK).
Doa: “Ya Allah, kami hanya diberi kesempatan hidup sekali di dunia ini sebagai persiapan kekekalan. Berikanlah kami kemampuan untuk hidup menjadi berkat, menjadi terang bagi masyarakat, sebagaimana amanat-Mu untuk menjadi terang bagi dunia ini. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
