Matius 6:6.
Matius 6:6a. “Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi.”
Ev. Suzerte Hattingh menceritakan latar belakang keluarganya yang keras. Meski begitu, sejak muda dia memilih untuk belajar melayani Tuhan melalui Ev. Reinhard Bonnke. Tidak selamanya melayani Tuhan itu mulus dan semuanya berjalan lancar. Katanya, satu kali Tuhan ijinkan kakinya sakit sehingga dokter menyarankan untuk diamputasi. Suzette menolak saran dokter tersebut, walau dia terpaksa harus duduk di kursi roda. Dia katakan ada kekecewaan mengapa Tuhan ijinkan dia di kursi roda justru pada saat dia ingin melayani Tuhan. Namun segera dia sadar ketika Tuhan mengingatkan bahwa kursi roda tidak seharusnya menghalanginya untuk melayani Tuhan. Ketika ia memutuskan untuk terus melayani Tuhan maka mujizat terjadi, dia bisa bangkit dari kursi rodanya.
Ia juga berkesempatan membagi rahasia keberhasilan pelayanan penginjilannya. Katanya bukan karena usahanya yang keras yang membuatnya bisa melayani Tuhan seperti sekarang ini, tetapi ada tempat rahasia yang secara rutin dia kunjungi untuk menjalin keintiman dengan Tuhan secara pribadi seperti yang diajarkan oleh Tuhan Yesus dalam ayat di atas. Katanya, percuma saja kita berdoa di gereja, menara doa atau keliling kota kalau tidak pernah diawali dengan menghampiri tempat rahasia untuk menjalin hubungan yang intim dengan Tuhan secara pribadi karena kita tidak akan memiliki kuasa-Nya.
Pesannya yang selalu terngiang-ngiang adalah: “Menjadi berkat bagi keluarga, gereja, kota dan negara harus dimulai dari tempat rahasia”. Hal yang seringkali kita lewatkan karena menganggapnya sepele dan tidak ada hubungannya dengan pelayanan. Doa pribadi dari tempat rahasia ternyata menjadi modal utama untuk dapat menjalin hubungan yang intim dengan Tuhan agar ada kuasa dalam melayani DIA. Suatu tempelakkan yang langsung ke sasaran untuk mengingatkan kembali agar kita mulai datang ke tempat rahasia seperti yang Tuhan Yesus ajarkan. (NK).
Doa: “Ya Allah, sebelum kami memulai pelayanan, kami mau datang ke ruang Maha Kudus-Mu, karena tanpa pengurapan-Mu, maka sia-sialah seluruh pelayanan kami. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
