1 Petrus 4:7-11
1 Petrus 4:7b. “Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.”
Seringkali kita mendengar bahwa sebagian orang mengambil keputusan dalam keadaan emosi, contohnya: “Sudah, saya keluar saja dari pekerjaan ini! Memang saya tidak bisa dapat yang lebih baik?” “Sudah kita akhiri saja hubungan ini! kita tidak cocok lagi!” “Saya ‘ga mau pergi sekolah! Sebel lihat muka guru itu!” Dan banyak lagi contoh di dalam kehidupan sehari-hari, di mana orang mengambil keputusan dalam keadaan emosi.
Hampir 99% keputusan yang diambil dalam keadaan emosi, menghasilkan tindakan yang pada akhirnya disesali dan berdampak buruk. Apakah Anda pernah melakukan dan mengalaminya?
1 Petrus 4:7b. “Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa .”
Ayat di atas terdapat di bagian awal perikop yang berjudul, “Hidup Orang Kristen.” Saya rasa ini bukan sebuah kebetulan. Bila kita membaca sampai habis perikop ini, ternyata hidup orang Kristen harus diawali dengan: menguasai diri, lalu menjadi tenang dan kemudian berdoa. Doa adalah hal yang penting, agar seluruh aspek kehidupan kekristenan kita berfungsi secara optimal, maksimal dan mencapai hal yang terbaik.
Keputusan yang diambil dalam keadaan emosi tidak akan menghasilkan sesuatu yang baik. Bahkan dari banyaknya pengalaman dan kesaksian banyak orang, ternyata hal tersebut justru menghasilkan kekecewaan, kemarahan, keputusasaan, penyesalan yang tak berkesudahan, dll.
Saul pun pernah dengan emosi mengorbankan persembahan yang seharusnya dilakukan nabi Samuel, akibatnya Saul ditolak Allah, kerajaannya tidak kokoh, dan Roh Tuhan undur daripadanya (1 Samuel 13:9-14). Yang seharusnya Saul lakukan adalah berdoa kepada Tuhan sampai Samuel datang. Oleh sebab itu, marilah kita menguasai diri, tenang dan berdoa.
Doa: “Roh Kudus, mampukan kami untuk menguasai diri kami, supaya kami dapat menjadi tenang, sehingga kami dapat berdoa. Kami tidak mau mengambil keputusan yang bukan berasal dari Allah. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
