Renungan Harian (14 Nopember 2016)

14ANAK-ANAK DAN DOA

Mazmur 127:1-5

Mazmur 127:4. “Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda.”

Dalam khotbahnya di ibadah WBI yang lalu, Ibu Meylania mengingatkan para ibu untuk berhati-hati dalam mendidik anak-anak. Kerap kali, tanpa kita sadari, kita mendidik anak-anak kita ala Lucifer. Apakah yang dimaksud dengan mendidik ala Lucifer? Kita sering berkata, bahwa masa depan mereka adalah milik mereka, ada di tangan mereka dan mereka sendiri yang berkuasa menentukan masa depan mereka. Juga ada ajaran-ajaran yang menekankan, bahwa mereka bisa menjadi apa saja yang mereka mau, asal mereka berjuang dan berusaha. Padahal itu semua tidak sesuai dengan firman Tuhan.

Firman Tuhan jelas menuliskan, bahwa segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia (Kolose 1:16). Allah juga lah yang telah merancangkan masa depan kita (Yer. 29:11), bahkan sejak sebelum kita dibentuk di kandungan ibu kita (Yer. 1:5). Dan Mazmur 127:1 menyatakan, bahwa segala sesuatu akan menjadi sia-sia jika bukan Allah sendiri yang membangunnya.

Cara yang salah dalam mendidik anak-anak kita pun dapat tersamarkan dengan hal-hal yang kelihatannya rohani, seperti: DOA. Ketika anak kita meminta sepeda, video game atau handphone, banyak orang tua Kristen menyuruh anak mereka untuk berdoa meminta kepada Allah. Apakah itu salah? Tentu tidak sepenuhnya. Adalah baik untuk mengajarkan mereka untuk meminta kepada Bapa di sorga, karena itu pun adalah firman-Nya (Mat. 7:7).

Tetapi, kita juga harus mengajarkan mereka, bahwa DOA bukanlah sebuah perintah kepada Allah untuk mengabulkan keinginan mereka, tetapi DOA juga adalah usaha untuk mencari kehendak Allah. Benarkah permintaan mereka itu sesuai dengan kehendak Allah? Dan bila ternyata jawabannya tidak sesuai dengan keinginan mereka, maka wajib kita mengingatkan mereka, bahwa Allah berdaulat dan tahu yang terbaik bagi mereka. Mari, didik anak-anak kita untuk memiliki konsep yang benar tentang Allah dan tentang DOA.

Doa: “Ya Allah, ajar kami dan beri kami kepekaan agar kami dapat mendidik anak-anak kami sesuai dengan kehendak-Mu, termasuk dalam mengajar mereka berdoa. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …