Suami dan saya duduk bersama dengan sekitar 24 mahasiswa pada suatu malam untuk mendengarkan seorang penggerak misi menjawab pertanyaan mereka tentang pergi ke luar negeri setelah kuliah. Pertanyaan pertama adalah salah satu yang sering kami dengar: Bagaimana Anda bisa mengumpulkan uang ketika Anda baru saja lulus dari perguruan tinggi? Saya tahu pemuda itu mungkin merasa sedikit bingung ketika pertanyaannya dijawab dengan senyum dan gelengan kepala. Penggerak itu mengatakan kepada mereka bahwa uang tidak akan menjadi masalah mereka, dan sebagai gantinya ia meminta para mahasiswa untuk menebak apa yang menjadi penghalang utama mereka untuk pergi ke ladang misi setelah kuliah. Saya tersenyum karena saya tahu betul apa jawabannya. Penghalang nomor satu yang dihadapi pria dan wanita muda ini dalam upaya untuk membawa Injil ke luar negeri sering kali adalah para orangtua seperti saya.
Bagaimana Anda mendekati orangtua Anda untuk dengan sungguh-sungguh menceritakan tentang semua hal yang digerakkan Tuhan di dalam hati Anda untuk orang-orang yang belum terjangkau di dunia kita? Berikut ada lima hal untuk diperhatikan.
- Libatkan orangtua Anda dalam prosesnya semenjak awal dan lakukan dengan sering.
Kerinduan Anda untuk melayani ke luar negeri tidak boleh disampaikan secara spontan seperti yang Anda lakukan ketika Anda memutuskan untuk pergi ke pertandingan turnamen atau ketika mengganti warna rambut Anda. Orangtua Anda tidak ingin tiba-tiba mendengar, “Ibu, Ayah, setelah lulus, aku akan pindah ke Kamboja.” Ceritakan proses ketika Anda melalui itu, bahkan di tahap yang paling awal.
Jika Anda membaca postingan blog yang memengaruhi perspektif Anda tentang misi global, kirimkan postingan tersebut kepada teman yang memiliki pandangan yang sama dengan Anda dan kepada Ayah Anda dengan tambahan catatan mengapa Anda menyukainya. Itu bukan untuk meyakinkan mereka. Itu hanya menunjukkan kepada mereka apa yang sedang Anda lihat. Ketika Anda menyampaikan kepada mereka apa yang ingin Anda lakukan, maka itu tidak akan menjadi kejutan, tetapi hanya langkah selanjutnya dari semua yang telah dilakukan Tuhan dalam diri Anda.
- Lakukan kepada mereka terlebih dahulu apa yang ingin Anda lakukan untuk orang lain.
Jangan meyakinkan mereka mengenai hal-hal yang akan berlaku di luar negeri untuk sesuatu yang bahkan tidak mereka lihat sebelumnya. Ingin mengurus anak yatim piatu … tetapi Anda meninggalkan piring kotor di tempat cucian? Ingin menyelamatkan para gadis dari industri perdagangan seks … tetapi Anda tidak membuat rencana untuk meluangkan waktu dengan adik perempuan Anda? Memiliki hati untuk orang-orang yang belum terjangkau … tetapi Anda merasa enggan datang ke reuni keluarga kita?
Yesus memerintahkan kita untuk pergi, untuk menjadikan semua bangsa murid, tetapi jangan lupa bahwa Dia mengatakan kepada para rasul untuk memulai di Yerusalem — di tempat mereka berada. Jika Anda ingin orangtua Anda percaya bahwa Anda akan menjadi pelayan yang setia di luar sana, beri tahu mereka bahwa hal itu terjadi di sini.
- Perhatikan sikap Anda.
Orangtua tidak pernah dapat menerima sikap Anda untuk marah-marah, dan semakin buruk sikap itu, semakin mereka tidak akan menuruti apa pun yang Anda minta. Ketika orangtua Anda memiliki keraguan dan kekhawatiran, atau bahkan bersikap meremehkan, apakah Anda marah atau kemudian memusuhi mereka? Ingat, Anda sedang memberi tahu mereka bahwa Anda ingin membawa kabar baik ini kepada orang-orang yang paling acuh tak acuh, yang sering kali bersikap memusuhi. Orang-orang itu akan mengabaikan Anda, meragukan Anda, dan menghina Anda. Jadi, ketika Anda menemui sikap itu di rumah Anda sendiri, bagaimana Anda bertindak? Tunjukkan iman Anda di dalam kedaulatan dan kebaikan Tuhan melalui cara Anda menangani kesulitan, dengan rasa percaya diri Anda dan sukacita dalam Dia ketika hal-hal tidak berjalan seperti yang Anda inginkan.
- Pastikan bahwa alasan “belum” dari Anda bukanlah karena Anda “belum diminta”.
Bagaimana Anda menyadari hati Tuhan bagi bangsa-bangsa? Apakah Anda sepintar itu? Semengasihi itu? Begitu tersentuh dengan kebutuhan dunia? Apakah orangtua Anda perlu menjadi seperti Anda? Atau, apakah Anda hamba yang rendah hati dan buta, tetapi yang sekarang melihat karena gerakan penuh kasih karunia Allah di dalam Anda? Jika demikian, tunjukkan itu melalui doa-doa Anda bagi orangtua Anda. Saat Anda mendoakan orang yang Anda kasihi di luar negeri, berdoalah juga untuk ibu dan ayah. Allah sendiri yang menggerakkan hati. Jika Anda benar-benar memahami itu, Anda akan memohon kepada Dia supaya hati keluarga Anda berkobar-kobar untuk kemuliaan-Nya yang akan ditunjukkan di dunia ini lebih daripada yang Anda akan beritakan kepada mereka tentang itu semua.
- Kasihi orangtua Anda juga … bahkan jika Anda tidak bisa menuruti mereka.
Mungkin setelah semua hal itu dilakukan, orangtua Anda masih juga tidak mengerti, dan Anda tetap pergi. Namun, saat Anda pergi, mereka harus mengetahui betapa Anda mengasihi mereka melalui hidup Anda, bahwa Anda hanya mematuhi otoritas yang lebih tinggi atas hidup Anda. Bahkan, mereka akan tahu bahwa Anda telah menjadi seperti orang yang paling mereka harapkan. Anda akan mengasihi orang lain dengan baik, melayani di mana pun Anda berada, menghormati otoritas, berkomunikasi tanpa sikap marah-marah atau menyakiti, dan mengejar dengan sungguh-sungguh hal-hal yang menjadi gairah Anda. Sampai akhirnya pun, mereka mungkin tidak memahaminya. Namun, toh mereka akan merasa sangat bangga pada Anda. Kasihilah mereka dengan baik ketika Anda menganggap penting apa yang mungkin ada di antara banyak pilihan yang tidak disetujui orangtua Anda.
Diterjemahkan dan disunting dari:
Nama situs: : Desiring God
Alamat URL: : http://www.desiringgod.org/articles/the-biggest-barrier-to-students-going-to-the-mission-field
Judul asli artikel : The Biggest Barrier to Students Going to the Mission Field
Penulis artikel : Kim Ransleben
Penerjemah : Jing-Jing
GBI Pasir Koja 39 Bandung