KEINTIMAN: KUNCI MELAKSANAKAN MISI
Yesaya 42:1-9
Yesaya 42:1. “Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa.”
Sebelum melangkah keluar mengerjakan misi Tuhan, kita harus mempersiapkan diri terlebih dahulu, sebab panggilan melayani berkenaan dengan hati yang rela menyerahkan diri kepada Tuhan (Yesaya 6:8).
Panggilan adalah dasar pelayanan kita. Jadi keterlibatan kita dalam melayani Tuhan bukan karena adanya keterpaksaan, ikut-ikutan, ajang pamer, apalagi disertai dengan motivasi yang tidak benar. Supaya hati kita benar-benar siap dan layak utuk melayani Dia, kita harus memiliki persekutuan yang karib dengan Tuhan terlebih dahulu. Keakraban dengan Tuhan akan membentuk dan memproses hati kita sesuai dengan rencana-Nya.
Yeremia 23:29. “Bukankah firman-Ku seperti api, demikianlah firman TUHAN dan seperti palu yang menghancurkan bukit batu?” Dengan firman-Nya Tuhan membersihkan dan menghancurkan hal hal yang tidak berkenan . Yohanes 15:2 berkata, “Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.”
Kekariban dengan Tuhan akan membawa dampak di setiap pelayanan. Karena karib dengan Tuhan karakter Musa diubahkan (Bilangan 12:3). Dan Musa dipercaya untuk melaksanakan Misi Tuhan untuk menyelamatkan bangsa Israel keluar dari penjajahan Mesir.
Anda dipilih, dipanggil dan diselamatkan untuk melaksanakan misi-Nya yakni menyelamatkan umat manusia dari dosa dan kematian kekal. Untuk itu, bangun keintiman, sehingga Anda diperlengkapi dengan kuasa dan otoritas-Nya. Pasti Anda memiliki kelembutan hati untuk menempatkan hidup Anda dalam rencana Allah, dan bukan sebaliknya menempatkan Allah dalam rencana Anda.
Doa: “Lebih dari segalanya kami ingin terus ada di dalam hadirat-Mu senantiasa, ya Allah. Dekat dengan-Mu membuat kami semakin mengenal pribadi-Mu juga rencana-Mu dalam hidup kami. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung