Kolose 2:6-15
Kolose 2:8. “Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus.”
Sebuah mobil truk sampah mengangkut gunungan sampah yang menebarkan bau kurang sedap. Sementara truk melaju, ada seorang petugas kebersihan berada di mobil sembari menikmati sebungkus nasi rames. Dalam hati saya bergumam, kok bisa ya menikmati makan ditemani bau sampah yang sangat menyengat? Peristiwa tersebut bukan kali pertama melainkan sudah beberapa kali saya lihat, khususnya di tempat pembuangan akhir sampah.
Kebiasaan hidup seseorang terbentuk oleh lingkungan di mana orang tersebut berada. Bagi mereka yang hidup di lingkungan mewah dan bersih tidak akan nyaman jika harus hidup di lingkungan lain. Mereka akan lebih nyaman hidup di lingkungan yang selama ini tinggali. Banyak faktor yang menjadi alasan mereka sehingga tidak mudah untuk menyesuaikan diri.
Sebelum mengenal Kristus, kita adalah manusia berdosa, hidup hanya menyenangkan keinginan duniawi. Oleh karenanya kita terbiasa melakukan tindakan berdasarkan pada pemenuhan keinginan daging yaitu memuaskan hawa nafsu. Keadaan akan berbeda ketika kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, kita menjadi manusia baru. Kita tidak lagi hidup di tengah tumpukan sampah yaitu dosa yang akan membawa kita kepada kebinasaan. Kita telah menerima jaminan keselamatan di diri Kristus Yesus. Kita tidak lagi hidup dalam tekanan atau intimidasi dosa, melainkan hidup dalam pimpinan Roh Kudus.
Sekiranya kita masih menyimpan segala sesuatu yang tidak berkenan di hadapan Tuhan, saatnya sekarang kita mengambil keputusan untuk tidak melakukannya lagi. Marilah buang sampah-sampah dosa yang selama ini ada di seputar kehidupan kita! (NK).
Doa: “Roh Kudus, sekiranya di dalam kami masih ada hal-hal yang tidak berkenan di hadapan-Mu, nyatakanlah dan mampukan kami untuk meninggalkannya. Kami mau hidup dalam pimpinan-Mu. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
