MEMBERI UNTUK MISI PENYELAMATAN JIWA
2 Korintus 9:6-15
2 Korintus 9:12. “Sebab pelayanan kasih yang berisi pemberian ini bukan hanya mencukupkan keperluan-keperluan orang-orang kudus, tetapi juga melimpahkan ucapan syukur kepada Allah.”
Ada kesempatan indah yang Tuhan ijinkan untuk kami ikut terlibat dalam misi ke luar pulau dengan gembala sidang kami. Menurut kami, itulah gembala yang baik, yaitu membawa jemaatnya untuk ikut bermisi ke suatu tempat terpencil yang konon pernah terjadi suatu peristiwa yang mengerikan. Setelah kami tiba di tempat tujuan, kami mulai membagi tugas pelayanan ditempat-tempat tertentu. Gembala kami berkata, “Kalau kamu nanti diberi persembahan kasih, jangan kamu buka, tetapi tambakan isi amplop itu – menjadi 2 amplop persembahan kasih – kemudian berikan kepada hamba Tuhan itu.” Kami pun menuruti apa yang diinstruksikan oleh gembala kami. Kemudian kami pergi ke suatu tempat yang lebih dalam daerahnya, dan terdapat gereja yang belum beres bangunan gerejanya. Di sana gembala kami memberikan lagi dana untuk menyelesaikan gedung gereja tersebut. “Wow sangat mulia orang-orang yang bermisi secara tulus dan benar,” pikir saya.
Dalam satu buku misi Kristen dikatakan ada beberapa hal kesalahpahaman tentang bermisi. Diantaranya ialah: memandang misi sebagai urusan negara-negara barat, atau bangsa barat sebagai pengurus sedangkan bangsa Indonesia sebagai penerima. Dan anggapan salah yang lain adalah misionaris datang untuk berbagi uang. Mari kita luruskan persepsi terakhir ini. Gereja perlu melakukan misi, tetapi misi bukanlah kegiatan membagi uang. Hamba-hamba Tuhan misionaris, kegiatan misi bukanlah “Yayasan Pencari Dana.”
Misi (Misio Dei) artinya pengutusan yang dilakukan langsung oleh Allah, dengan maksud untuk menyelamatkan manusia dari kuasa dosa melalui pengorbanan dan kematian Tuhan Yesus Kristus di kayu salib. Jadi marilah kita bermisi dengan mengutamakan pemberitaan berita sukacita untuk menyenangkan hati Tuhan.
Doa: “Tuhan Yesus, biarlah kami bermisi dengan cara yang benar seperti yang Engkau mau. Roh Kudus, pimpin dan tuntunlah kami. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung