Renungan Harian (19 Oktober 2016)

19JIKA ANDA SEBUTIR JERUK

Lukas 3:8-9

Lukas 3:9. “Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, akan ditebang dan dibuang ke dalam api.”

Bayangkan Anda ini adalah sebuah jeruk dalam sekeranjang jeruk di toko buah. Namun sayangnya, setelah waktu yang cukup lama, tak ada seorang pembeli jeruk pun yang memilih diri kita sebagai sebutir jeruk yang sedang terjajakan. Sementara jeruk-jeruk lain sudah terpilih untuk dibeli. Apa alasan para pembeli tidak memilih ‘Anda’? Pilihlah:

  1. Anda ternyata adalah sebutir jeruk yang sudah busuk dalam keranjang itu.
  2. Anda tertindih banyak jeruk lain, sehingga kita tak terlihat jauh dalam dasar keranjang.
  3. Anda adalah jeruk yang rasanya terlalu asam.
  4. Anda adalah sebutir jeruk yang terlalu mahal harganya.

Apa pun pilihan jawaban Anda, itu menunjukkan seberapa Anda merasa berharga dan berdampak dalam kehidupan sosial di dunia ini. Memang, kita ini diciptakan Allah sebagai makhluk sosial. Ya, kita diciptakan tidak sendirian. Dan itu semata hanya karena Tuhan menginginkan kita menjadi pribadi yang berdampak. Memberi pengaruh dan rasa bagi sekitar kita.

Sumbangsih apa pun yang kita kontribusikan bagi sesama, hendaknya bukan didasari pada kesombongan, keinginan unjuk diri karena merasa lebih baik dari yang lain, hingga tidak tuluslah kita memberkati sesama. Jangan pula kita merasa tak mampu menjadi dampak dikarenakan kita merasa rendah diri, merasa banyak yang lebih baik dari kita, atau bahkan sampai terluka merasa tak berguna.

Tuhan tidaklah menginginkan kita sekadar untuk berbuah! Namun lebih dari itu, untuk menghasilkan buah yang baik. Pertanyaannya, jika kita telah merasa menghasilkan buah, buah yang bagaimanakah yang kita telah hasilkan? Buah yang berkualitas baikkah, sehingga Tuhan menghendaki kita, mengambil kita untuk menikmati rasa yang kita hasilkan? Atau, kita memilih ditebang dan dibuang ke dalam api? Ingatlah, “kapak” sudah tersedia! (NK).

Doa: “Mampukanlah aku, ya Tuhan Yesus, untuk hidup tidak hanya sekedar buah; namun menghasilkan buah yang baik. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …