Renungan Harian (14 Oktober 2016)

14ANAK SIAPA?

Matius 5:7

Matius 5:7. “Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.”

Kisah seorang anak kecil yang berumur 4 tahun, yang dibuang oleh orangtuanya (ibunya) karena ibu ini tidak tahan dengan perlakuan suaminya yang penjudi, kasar dan suka  memukul, menampar dan menendangnya setelah kembali dari perjudian. Anak ini diletakkan ibunya di depan pintu sebuah supermarket di kota New York di Amerika Serikat. Dimana peraturannya, untuk anak yang tinggi badannya kurang dari 90 cm tidak diperbolehkan masuk..

“Kamu tunggu di sini, ya Nak.” Menjelang malam ia menangis dan berusaha untuk masuk ke dalam karena ibunya belum juga keluar dari pintu supermarket, tetapi satpam tidak memperbolehkannya masuk. Ia menangis menjerit-jerit sampai ia tertidur karena capek menangis. Ketika ia terbangun, ibunya belum juga datang menjemputnya, hingga hari ke-3 dia berada di depan supermarket.

Pada waktu itu seorang pengunjung ke supermarket mengambilnya  untuk tinggal bersama mereka. Ia bertumbuh menjadi besar dalam kepahitan, terhadap orang tuanya, karena telah membuangnya, dan  ayahnya yang memukul ibunya. Hingga suatu ketika ia bertemu seorang hamba Tuhan yang mengajarkan kepadanya, bahwa Tuhan punya rencana kebaikkan bagi dirinya.

Hal ini telah mengubah hidupnya, sehingga ia menyerahkan dirinya untuk melayani sesama dan mendirikan pusat  pelayanan anak yang terbesar di Amerika, Afrika dan Vietnam.  Ia menulis buku- buku yang dijual untuk membiayai pelayanan anak-anak yang terabaikan. Salah satu bukunya yang laris dibeli adalah, dengan judul “Anak siapakah ini?” Dia bernama Bill Wilson. Kini ia tidak lagi memikirkan dirinya, tetapi ia memberi perhatian kepada orang-orang yang membutuhkan  perhatiannya.

Ketika kita bersedia hidup dalam kemurahan hati, kitapun akan mendapatkan kemurahan  itu. Ada kepuasan tersendiri  yang akan mengalir dalam hati kita dibalik aliran kemurahan hati yang kita salurkan. Dan Tuhan sumber kemurahan itu akan melimpahkan kemurahan itu ke dalam hidup kita, sampai kita hidup di dalamnya. (NK).

Doa: “Terimakasih Tuhan Yesus, untuk setiap kemurahan yang  Engkau berikan bagi kami. Biarlah kami pun menyalurkan kemurahan itu kepada orang lain, terutama bagi mereka yang membutuhkannya, agar nama-Mu dipermuliakan dengan semuanya itu. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …