Dalam Kis. 20:31, Rasul Paulus menangisi jiwa-jiwa yang masih terhilang. Ia mengejarnya, dan mengasihi dengan hati yang penuh belas kasihan. Ia berkata, “…bahwa aku tiga tahun lamanya, siang malam dengan tiada henti-hentinya menasihati kamu masing-masing dengan mencucurkan air mata.” Dalam hal itu, Paulus seperti Tuhan Yesus. Yesus menangisi kota Yerusalem. Ketika Paulus memohon kepada orang-orang Efesus untuk kembali kepada Kristus dan menginzinkan diri mereka diselamatkan, namun ketika menolak permohonannya, hal itu mendukakan hatinya. Paulus menangis dan menangis, itu menunjukkan bahwa ia adalah seorang pelayan Tuhan yang penuh belas kasihan akan jiwa-jiwa yang terhilang, Alasan Paulus mengingatkan setiap orang siang dan malam adalah karena penghakiman Allah yang akan datang. Ada Allah yang Maha Kuasa yang kita harus hadapi dan apa yang harus kita lakukan pada hari dan jam-jam terakhir ini. Jalan satu-satunya yang kita harus lakukan saat ini adalah mengingatkan orang-orang walaupun dengan mencucurkan air mata.
Paulus merasa bertanggung jawab kepada Allah terhadap orang-orang yang terhilang. Dalam Kis. 20:26 ia berkata, “Sebab itu pada hari ini aku bersaksi kepadamu, bahwa aku bersih, tidak bersalah terhadap siapapun yang akan binasa.” Dengan kata lain Paulus berkata bahwa ia telah melakukan bagiannya, ia telah melakukan yang terbaik untuk memenangkan jiwa-jiwa yang terhilang bagi Kristus, dan tanganya bersih.
Keselamatan adalah masalah hidup dan mati, tentang sorga dan neraka; jika kita percaya akan hal ini maka siapa yang akan meratapi manusia agar mereka kembali untuk menerima undangan Anak Allah yang penuh berkat? Belas kasihan Paulus telah terbungkus dalam keyakinannya bahwa manusia akan tersesat/terhilang tanpa Kristus.
Sekarang hal ini menjadi tugas kita untuk menjadi terang atas bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah supaya kita membawa keselamatan sampai ke ujung bumi (Kis. 13:47).
Jika kita percaya bahwa orang-orang di luar Kristus tersesat, maka kita harus bersedia berlutut berdoa dan memohon kepada Allah. Kita berdoa kiranya Allah dengan anugerah-Nya, dengan kuasa-Nya, dengan hikmat-Nya, dengan kasih-Nya menolong kita menjangkau orang-orang yang terhilang bagi Kristus.
Maukah kita sebagai anak-anak Allah yang sudah menerima keselamatan melakukan seperti apa yang Rasul Paulus lakukan, menangisi jiwa-jiwa, mengingatkan yang tersesat tentang anugerah Allah yang besar. Waktunya sangat singkat, jangan menunda-nunda.
Tuhan Yesus memberkati!
Oleh: Indri Haans
GBI Pasir Koja 39 Bandung