Yakobus 2:8-11
Yakobus 2:10. “Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya.”
Yesus mengecam orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat karena mereka begitu menekankan hukum-hukum agama, namun mengabaikan esensi dari hukum itu, yaitu: keadilan, belas kasihan dan kesetiaan. Matius 23:23. “Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.”
Dalam kehidupan modern ini berkembang banyak ajaran yang tidak seimbang, misalnya Teologi Kemakmuran. Teologi ini hanya menitikberatkan, bahwa orang Kristen sejati pasti kaya, sehat serta diberkati dengan limpah. Ukuran kekristenan diukur semata hanya pada kesuksesan materi. Hal ini membuat banyak orang mengikut Kristus hanya untuk mencari kekayaan materi, padahal kelimpahan yang dibicarakan Alkitab bukan hanya berbicara melulu tentang materi. Selain itu, Alkitab juga banyak berbicara tentang penderitaan.
Penekanan yang tidak seimbang kan suatu kebenaran pun dapat disebut penyesatan. Alkitab banyak mengajar tentang hal-hal yang harus diajarkan secara lengkap dan seimbang. Misalnya tentang buah roh dan karunia roh, berkat dan kutuk, hal rasional dan supranatural, dll.
Setiap pengajaran harus disampaikan secara menyeluruh dan seimbang, sehingga tidak ekstrim ke salah satu bagian. Kiranya kita selalu waspada terhadap berbagai bentuk penyesatan.
Doa: “Jauhkan kami dari segala bentuk penyesatan, ya Tuhan Yesus. Karenanya kami mau tertanam di gereja lokal dan bertumbuh lewat kelompok sel di gereja kami. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
