Pelaksanaan ibadah “Couple Meeting” pada hari Jumat, 29 Juli 2016 kali ini disisipi kata “plus”, lain daripada biasanya. Karena tidak hanya mengundang pasangan muda atau keluarga muda, tetapi juga diramaikan oleh oma-oma EGM dan kaum muda E-Pro.
Tema yang diusung adalah “Pemulihan Hubungan Dalam Keluarga” dengan pembicara Pdt. Samiton Pangelah, seorang hamba Tuhan yang pernah mengalami guncangan dalam rumah tangga, namun atas kemurahan Tuhan bisa teratasi dan beliau bisa memahami arti “Yesus tinggal di dalamnya dan ia tinggal di dalam Yesus”. Melalui hal itu beliau dipakai Tuhan untuk memberkati keluarga-keluarga supaya memiliki kehidupan yang harmonis, sesuai kehendak Tuhan.
Dalam kotbahnya beliau menyampaikan, bahwa ‘cinta’ itu suatu perbuatan atau tindakan kepada orang yang kita cintai, yakni ketika kita mau: 1. Merawat, 2. Membahagiakan, 3. Melayani, 4. Mengalah, 5. Memprioritaskan kepentingan pasangan.
Mencintai bukanlah menerima atau mendapatkan sesuatu, atau menginginkan sesuatu dari orang yang kita cintai sekalipun kita tidak mendapatkan balasan atas cinta kita, tugas kita adalah tetap memberi dan sekalipun pasangan kita mengesalkan, belajarlah untuk tetap sabar.
Jika kita mengharapkan kasih atau cinta, angkat tangan kita dan berharaplah dari Sang Sumber Kasih, yaitu Tuhan Yesus Kristus yang telah mengasihi kita sehingga merelakan nyawa-Nya untuk menebus kita dari dosa maut.
Couple Meeting+ dimeriahkan oleh anggota EGM dengan persembahan angklungnya. Dan berikut kesan-kesan yang disampaikan. “Saya bersukacita bisa ikut bermain angklung, dan juga mendapat firman Tuhan yang mengajarkan saya supaya sabar,” demikian kesaksian dari Ibu Eeng (WBI). Ibu Memey juga memberikan kesan “Bagus, firman Tuhan yang sangat berkesan untuk saya, akan saya bagikan pada anak dan mantu.”
Ibu Tenny Dasjar juga bersukacita dapat mempersembahkan pujian melalui musik angklung bersama EGM. Melalui firman Tuhan yang diterimanya, beliau menyampaikan kesan-kesannya, “Seorang wanita ketika belum menikah melihat teman prianya dengan perasaan suka, merasa cocok, kemudian cinta. Tetapi setelah menikah, perasaan ‘cinta’ berubah menjadi ‘kasih’.”
Kesaksian dari Bapak Pudjo dari cabang Graha Sakura, sangat diberkati melalui firman Tuhan, cara penyampaian yang fun dan mudah dimengerti, dan tema yang disampaikan sangat relevan dengan kehidupan rumah tangga. “Secara keseluruhan bagus dan sangat memberkati. Saya mendapat kebenaran, kejelasan dan dibukakan tentang apa arti ‘cinta’ dan ‘suka’ yang sebenarnya dan bagaimana cara menerapkannya.”
Kiranya melalui firman Tuhan yang telah diterima, jemaat yang hadir lebih memahami arti kasih dalam kehidupan sehari-hari, sama seperti Yesus yang datang ke dunia karena mengasihi kita, demikian juga kita sebagai anak-Nya mau belajar untuk melakukan dan bertindak dalam kasih. Belajar untuk mengasihi dan bukan menuntut dikasihi.
Akhir kata, kami panitia pelaksana berterima kasih pada Tuhan Yesus atas hikmat dan penyertaan-Nya sehingga Couple Meeting+ bisa dilaksanakan dengan baik. Terima kasih juga kepada seluruh rekan-rekan panitia yang telah bekerja keras, sehati dan kompak dan kepada jemaat yang telah mendoakan dan mendukung acara ini. Doa kami, Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.
Oleh: Steve Loho
GBI Pasir Koja 39 Bandung