Mazmur 24:3-4.
Mazmur 24:4. “Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.”
Berbicara tentang kekudusan, adalah hal yang ‘GGS”, bukan ganteng-ganteng serigala seperti judul sebuah sinetron ditayangkan oleh sebuah stasiun TV, dan digemari oleh banyak pemirsa, khususnya di kalangan anak muda. Tetapi “GGS” yang saya maksudkan di sini adalah “gampang-gampang susah.”
Untuk hidup dan bertumbuh dalam kekudusan, ada proses yang harus dijalani, melalui berbagai aspek kehidupan. Seperti kisah yang terjadi puluhan tahun lalu.
Seorang pendeta Inggris yang cukup dikenal dan dihormati. Suatu ketika sang pendeta menggunakan bis listrik pagi-pagi sekali dari rumahnya menuju ke gereja tempat ia melayani, yang terletak di pusat kota London. Sebelum duduk sang pendeta membayar ongkos kepada sopir, dan sopir segera mengembalikan uang dengan jumlah yang lebih banyak dari yang seharusnya.
Sepanjang perjalanan, sang pendeta memikirkan, apakah ia akan mengembalikan atau mengambil kelebihan uang tersebut? Namun, sebelum turun di gereja tempat ia melayani, ia menghampiri sopir, dan berkata “Ini uang Anda, karena tadi Anda memberikan lebih dari sisa uang saya yang seharusnya. Lalu sang sopir tersenyum bangga kepada pendeta, dan berkata, “Saya sengaja memberikan uang lebih dari yang seharusnya kepada Anda, karena saya ingin tahu apakah Anda seperti yang Anda khotbahkan di hari Minggu, tentang kejujuran? Karena saya adalah salah seorang yang hadir dalam ibadah yang Anda pimpin.”
Pemazmur berkata orang yang bertumbuh dalam kekudusan adalah orang yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan. Terkadang hal-hal yang sepele dalam kehidupan nyata, mempengaruhi bagaimana kita hidup sesuai standar yang ditetapkan Tuhan yang adalah Kudus. (NK).
Doa: “Tuhan Yesus, terimakasih karena Engkau memberikan standar kekudusan bagi kami. Tolonglah kami agar kami bertumbuh di dalamnya dan menjadi seperti yang Engkau inginkan. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
