Wahyu 1:1-3
Yohanes 13:23. “Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya.”
Yohanes adalah salah satu murid yang paling dekat dengan Tuhan Yesus. Yohanes selalu menempati posisi dekat dengan gurunya, bahkan bisa bersandar dekat kepada-Nya. Pengertian “dekat” di sini bukan “menempel”, jadi jangan disalahartikan.
“Dekat kepada-Nya.” Saking sayangnya Yohanes kepada Gurunya, sehingga Yesus pun mengasihi Yohanes lebih dari yang lain. Kasih Yesus ditunjukan-Nya ketika di atas kayu salib, Dia menitipkan ibunya (bisa dikatakan ibu angkat, karena Yesus lahir “dititipkan” dalam rahim Maria), kepada Yohanes (Yoh. 19:26).
Di atas kasih Yesus ada tanggung jawab, di atas tanggung jawab ada kepercayaan, di atas kepercayaan ada tugas. Oleh sebab itu, selain dapat kepercayaan merawat Ibunya Yesus, Yohanes mendapat pula kepercayaan untuk mendapat wahyu/penglihatan di pulau Patmos (Wahyu 1:9). Ia juga menerima tugas untuk menyampaikan wahyu/penglihatan itu kepada dunia, melalui tulisannya. Ini adalah tugas/pelayanan “agung”, bagi seorang manusia, untuk menjelaskan “grand design” (rancangan maha besar) Allah bagi masa depan umat manusia.
Mari kita periksa hidup kita, dimana posisi kita sekarang terhadap Allah? Jauh, dekat, atau bahkan tidak terlihat? Mari kita perbaiki segera hubungan kita dengan Allah, agar “keistimewaan” yang diperoleh Yohanes, juga kita dapatkan, selagi masih ada kesempatan. Haleluya!
Doa: “Kami senantiasa berada dekat dengan-Mu. Biarlah setiap apa pun yang kami lakukan, ke mana pun kami pergi, semuanya karena Engkau dan oleh Engkau. Di dalam nama Tuhan Yesus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
