Zefanya 2:1-3
Zefanya 2:3. “Carilah TUHAN, hai semua orang yang rendah hati di negeri, yang melakukan hukum-Nya; carilah keadilan, carilah kerendahan hati; mungkin kamu akan terlindung pada hari kemurkaan TUHAN.”
Zefanya, yang berarti “Tuhan menyembunyikan”, adalah putra dari buyut Raja Hizkia yang bernubuat selama masa pemerintahan Yosia (639-609 SM), penguasa saleh yang terakhir di Yehuda. Sebagai keturunan keluarga dan kerabat Raja Yosia, berarti ia bisa keluar masuk istana kerajaan dan dapat dipahami jika nubuat-nubuatnya berfokus pada firman Tuhan bagi Yehuda dan bangsa-bangsa lainnya.
Dosa-dosa yang dituduhkan Zefanya kepada Yerusalem dan Yehuda menunjukkan, bahwa ia bernubuat sebelum pembaharuan dilakukan oleh Raja Yosia. Di mana dosa-dosa yang jahat dilakukan oleh para pendahulu Raja Yosia, yaitu Manasye dan Amon masih merajalela di kalangan masyarakat. Pada tahun ke-12 dari pemerintahan Yosia (627 SM) barulah raja mulai membersihkan bangsa itu dari penyembahan berhala dan menghidupkan kembali ibadah yang benar kepada Allah.
Sangatlah mungkin pemberitaan nubuat Zefanya secara langsung mempengaruhi raja dan membantunya memberi semangat untuk melakukan gerakan pembaharuan di tengah bangsa itu. Zefanya menyampaikan nubuatan yang menghimbau agar bangsa itu mencari Tuhan dalam kerendahan hati. Pertobatan nasional pun terjadi selama di bawah kepemimpinan Yosia. Zefanya dipakai Tuhan untuk memperingatkan bangsa Yehuda atas hukuman yang akan diterima mereka, atas dosa yang mereka perbuat, dan penghiburan janji pemulihan Allah atas umat-Nya.
Kita pun, umat tebusan-Nya yang telah dipenuhi Roh Kudus dapat dipakai Tuhan untuk menjadi penyambung lidah-Nya, di mana pun kita ditempatkan. Jadilah seperti Zefanya yang mempengaruhi orang-orang di sekitar kita untuk hidup takut akan Tuhan.
Doa: “Urapi kami, ya Roh Kudus agar perkataan kami menjadi perkataan yang membangun dan membawa semua orang yang ada di sekitar kami untuk bertobat dan hidup takut akan Allah. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
