Nehemia 5:1-19
Nehemia 6:16. “Ketika semua musuh kami mendengar hal itu, takutlah semua bangsa sekeliling kami. Mereka sangat kehilangan muka dan menjadi sadar, bahwa pekerjaan itu dilaksanakan dengan bantuan Allah kami.”
Nehemia adalah seorang pengurus minuman raja. Tugasnya ialah mencicipi terlebih dahulu setiap anggur yang akan disajikan kepada raja untuk membuktikan, bahwa minumannya itu tidak mengandung racun. Hanya orang yang sangat dipercaya dapat menduduki posisi tertinggi ini dalam istana raja Persia. Nehemia juga kita kenal sebagai seorang yang hidupnya diwarnai dengan doa dan belas kasihan akan bangsanya. Ia bahkan rela meninggalkan kehidupan mewah dalam istana untuk membangun kembali tembok Yerusalem (Nehemia 1&2).
Ia membangun Yerusalem dengan hati yang penuh tanggung jawab kepada Allah. Meski ia mengalami banyak tantangan dalam pembangunan tembok tersebut, namun Ia tidak sedikitpun gentar, tetapi semua masalah yang dihadapinya, ia serahkan kepada Tuhan. Hasilnya ia dapat menyelesaikan tugas tersebut dengan baik, karena Allah menolongnya (Neh. 6:15-16). Hari ini kita juga belajar, bahwa ia tidak hanya berhasil membangun tembok Yerusalem, namun ia juga berhasil menghentikan kebiasaan berhutang dengan bunga hutang yang mengakibatkan keadaan sangat miskin dan bahkan membelenggu banyak orang Yahudi (Neh. 5:1-13).
Nehemia telah memberikan teladan kepada kita, bagaimana semestinya kita hidup sebagai saksi Kristus. Di mana pun kita ditempatkan, hendaklah kita dapat dipercaya. Mulai dari perkara-perkara kecil, maka Allah akan menambahkan perkara-perkara besar untuk kita kerjakan. Jadilah seorang pendoa yang sungguh-sungguh, sehingga penuh dengan belas kasihan Allah, yang membuat kita akan beranjak dari posisi nyaman kita untuk menggenapi visi-Nya dalam hidup kita. Juga menjadi teladan dalam sifat yang tidak mementingkan diri sendiri dan murah hati terhadap sesama.
Doa: “Kami berdoa biarlah kami dimampukan untuk hidup menjadi saksi-Mu. Dapat dipercaya dari perkara kecil hingga besar dan menjadi teladan bagi orang lain. Di dalam nama Tuhan Yesus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
