Pertama kami ucapkan puji syukur buat Tuhan Yesus Kristus yang memegang tangan kami khususnya buat keluarga kami.Terima kasih untuk dukungan semua team Gembala, para pengerja, para pendoa dan seluruh jemaat yang kami kasihi yang sudah mendukung di dalam doa. Kami ingin memberikan kesaksian, bagaimana pertolongan Tuhan yang begitu ajaib.
Pertama-tama saya mau menjelaskan apa itu kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid adalah salah satu dari kelenjar endokrin terbesar pada tubuh manusia. Kelenjar ini dapat ditemui di bagian depan leher, sedikit di bawah laring. Kelenjar ini berfungsi untuk mengatur kecepatan tubuh membakar energi, membuat protein, dan mengatur sensitivitas tubuh terhadap hormon lainnya.
Tahun 2010 saya melihat ada benjolan kecil di bagian leher dekat dengan kelenjar tiroid, tetapi tidak mengganggu. Jadi saya anggap tidak apa-apa. Tahun 2013,menurut suami saya benjolan yang tadinya kecil itu mulai kelihatan membesar dan sedikit mengganggu pernapasan. Tetapi, saya masih merasa tidak terlalu mengganggu, kemudian kami berkonsultasi ke dokter bagian endokrin di Bandung hanya untuk memastikan bahwa benjolan di leher saya aman, hasilnya tidak bisa diberi obat karena tidak ada obatnya. Dokter menyarankan operasi, karena bukan fungsi tiroid yang terganggu tetapi anatomi yang terganggu. Jadi benjolan/ tumor tersebut menempel di dekat kelenjar tiroid. Setiap orang mempunyai sepasang kelenjar tiroid disebelah kanan dan kiri. Benjolan yang menempel di dekat kelenjar tiroid saya mulai membesar dan harus keduanya (kanan dan kiri) harus dibuang.
Untuk dioperasi saya ragu karena harus dibius total (ada trauma saat “Caesar” melahirkan anak yang pertama, saat sadar dari bius saya mengalami gangguan sesak nafas).
Tanggal 24 April 2016, kami melakukan konsultasi ke dokter bagian endokrin di Penang dengan harapan tidak perlu dioperasi dan bisa disembuhkan dengan obat saja. Hasil pemeriksaan USG, saya disarankan untuk dioperasi. Kami mulai berdoa untuk mengkonfirmasi hal ini kepada Tuhan jalan mana yang terbaik , operasi atau tidak operasi. Kami bersyukur menerima banyak nasihat, baik dari keluarga, sahabat, dokter dan saudara seiman. Suami mendukung untuk tindakan operasi sebab setelah berdoa ada damai sejahtera. “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” Yeremia 29:11.
Saya terus berdoa meminta konfirmasi dari Tuhan.Rencana dan jalan Tuhanlah yg jadi, walaupun saya merasa takut, namun saya merasakan Tuhan menjawab doa saya. “Kamu harus menjalani semuanya, supaya kamu lebih mengandalkan Aku, dalam segala perkara dalam hidup ini.” Akhirnya kami berserah, kalau Tuhan berkenan semua jalan pasti terbuka, tetapi kalau Tuhan tidak berkenan semua jalan pasti tertutup, demikian doa kami.
Rencana awal operasi tgl 17 Juni oleh dr. Goh, “general surgeon” tetapi berubah karena seminggu sebelum operasi salah seorang saudara kami dioperasi tiroid oleh dr. Victor bagian “Head and Neck surgeon”. Sungguh ini merupakan salah satu petunjuk Tuhan, untuk saya boleh melakukan operasi benjolan dekat tiroid. Kami berangkat lebih awal yaitu Selasa, 14 Juni 2016. Tuhan mulai bekerja dalam perkara ini, sampai di Penang pukul 16.00. jadwal ketemu dr. Victor pukul 16.30, langsung CT-Scan paru dan tiroid,semua berjalan lancar.
Besoknya hasil test dibacakan, menunjukkan tiroid sudah masuk Toraks dan saluran nafasnya sudah bengkok, saya harus diperiksa ke ahli paru dr. Victor sendiri agak kaget melihat kondisi saya.Beliau memutuskan untuk memakai 2 dokter bedah supaya operasi bisa cepat dan tidak perlu terlalu lama dibius, dan sungguh luar biasa campur tangan Tuhan dr. Victor menunjuk dr. Goh sebagai partnernya.
- Victor menjelaskan kalau saya tidak perlu kuatir akan biayanya karena dia akan membagi fee saya dengan dr. Goh, sungguh kemurahan Tuhan.
- Victor menjelaskan ada 4 resiko yang mungkin terjadi, 1. Resiko cancer, 2. Resiko kena pita suara, 3. Resiko pendarahan, 4. Resiko kesulitan nafas dan harus masuk ICU. Saya benar-benar sangat ketakutan memikirkan semua itu. Sudah maju tidak bisa mundur lagi karena saluran nafas juga sudah bengkok, berbahaya. Dokter menyarankan untuk saya bertemu dokter anestesi di hari Kamis pagi hari, dr.Yap bagian anestesi memutuskan untuk membius saya dengan Fiber optik. Saya pulang ke penginapan dengan hati yang sangat sedih mengingat anak-anak masih kecil, bagaimana kalau tidak ada suara lagi. Tapi saya yakin dan percaya Tuhan campur tangan dalam operasi besok. Suami saya senantiasa menguatkan saya.
Jumat, 17 Juni 2016 pukul 07.00, kami tiba di RS untuk persiapan operasi. Hati saya benar-benar diuji karena bertemu dengan pasien tiroid juga yang akan dioperasi oleh dr. Goh pada jam yang sama. Saya berpikir, “Wah, berarti saya hanya dioperasi oleh 1 dokter saja, Iblis langsung mengintimidasi saya dengan pikiran macam-macam, tetapi hati saya tetap tenang dan berdoa menyerahkan semuanya ke dalam tangan Tuhan. Masuk ke ruang tunggu operasi, saya dibiarkan selama 2 jam. Pasien lain semua sudah masuk ruang operasi. Saya bertanya kepada suster, saya menunggu apa lagi?, suster menjelaskan kalau saya akan ditangani oleh 2 dokter bedah, jadi saya harus menunggu karena 1 dokter sedang melakukan operasi pasien lain. Puji Tuhan saya merasa tenang.
Operasi berjalan dengan lancar, saya kembali ke kamar perawatan pukul 16.40 tanpa sesak nafas sedikitpun. Semua resiko yang dikuatirkan dokter tidak ada yang terjadi satupun karena Allah kita luar biasa. Pertolongan Tuhan begitu ajaib.
Kita hanya bisa mengandalkan Allah Bapa di Surga, Dialah Jehovah Rapha (Allah yang menyembuhkan).Mujizat masih terjadi sekarang ini. Kuasa Tuhan sungguh luar biasa. Semoga kesaksian ini dapat menjadi kekuatan bagi kita semua. Terima kasih. Tuhan Yesus memberkati.
Oleh: Peni Suryadi
GBI Pasir Koja 39 Bandung