Filipi 2:14-15.
Filipi 2:15. “Supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,”
Ada seorang petani yang tinggal di sebuah pinggiran desa. Alkisah, petani itu berangkat ke sawahnya suatu pagi untuk membersihkan tanaman liar yang mengganggu pertumbuhan tanaman padinya. Selesai menunaikan tugasnya, ia pulang ke rumahnya. Dalam perjalanan pulang, ia teringat pesan isterinya untuk mencari kayu bakar karena persediaan yang sudah menipis di rumah. Berbekal kapak yang diselipkan di celananya, ia naik sebuah pohon di pinggir kali untuk menebang ranting-ranting pohon bakal kayu bakar. Ketika asyik memotong ranting-ranting kering, kapaknya terjatuh ke sungai.
Ia terkejut karena ketika hendak mengambilnya, tiba-tiba sesosok malaikat mengampirinya. “Apakah ini kapakmu?” tanya malaikat sembari mengulurkan kapak emas. “Bukan!” jawab petani itu. Malaikat segera menyelam dan muncul kembali dengan sebuah kapak perak. “Apakah yang ini?” tanyanya lagi. Petani itu memberi jawaban sama. Sambil menggeleng, dia berkata, “Bukan! Itu bukan milik saya…” Malaikat menenggelamkan dirinya sekali lagi dan muncul sambil berkata, “Apakah kapak besi ini milikmu?” Dengan tegas, petani itu menjawab, “Ya, itu milik saya…” Karena kejujuran petani sederhana itu, kapak emas dan perak itu pun dihadiahkan sang malaikat kepadanya. Kejujuran membuahkan berkat dan membuat hidupnya mujur.
Moral of the story dari kisah itu adalah bahwa kejujuran hendaknya menjadi dasar setiap tindakan kita. Jika kita membangun kejujuran, maka selanjutnya biarlah Tuhan yang akan bekerja untuk memberkati setiap kita. Motivasi kejujuran kita juga bukan agar diberkati, tetapi memang demikianlah kita dipanggil menjadi terang bagi dunia ini.
Kejujuran adalah sebuah prestasi tersendiri di tengah-tengah dunia yang jahat dan bengkok hatinya ini. Berusahalah dengan tekun dan penuh kesabaran. Biarlah hal itu menjadi persembahan terbaik kita dalam pekerjaan agar nama Tuhan dipermuliakan. (NK).
Doa: “Kami rindu dikenal sebagai orang jujur dan membawa terang kemuliaan-Mu di tengah dunia yang bengkok ini, ya Bapa. DI dalam nama Tuhan Yesus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
