Bilangan 13:25-33
Markus 9:23. Jawab Yesus: “Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!”
Pada awal tahun 1900, beberapa ahli terkemuka mencemooh ide tentang pesawat terbang. Banyak orang berkata, ”Itu ide yang buruk, ide orang mabuk, ide gila !” Namun Orville dan Wilbur Wright tidak berpikir demikian, dan hasilnya mereka menorehkan nama sebagai penemu pertama pesawat terbang.
Pada tahun 1911, dengan pemikiran yang negatif dan skeptis, Kepala Polisi Ferdinand Foch berkata, “Pesawat terbang adalah mainan yang menarik, namun tidak memiliki nilai dalam kemiliteran.” Ferdinand Foch akhirnya menjadi panglima tertinggi dalam Pasukan Sekutu pada Perang Dunia I. Walaupun pesawat terbang belum maksimal digunakan di situasi peperangan, tetapi akhirnya setelah melalui proses, waktu dan pemikiran, ditemukanlah bahwa pesawat terbang adalah alat perang yang sangat efektif dan efisien dalam memenangkan peperangan. Dan ini dimulai dari 2 orang yang memiliki pikiran yang positif dan kreatif.
Dengan kekuatan pikiran orang bisa menciptakan barang yang dahulunya mustahil, namun sekarang bisa dinikmati oleh banyak orang, dari gadget yang dulunya komunikasi tradisional menjadi komunikasi canggih. Dahulu orang hanya bisa memandang bulan dan berkata, bahwa bulan itu indah dan tak mungkin disentuh, namun sekarang orang-orang tahu, bahwa bulan tidak seindah kata-kata para pujangga, bulan itu berlobang dan tidak mulus wajahnya. Semua kenyataan ini berasal dari pikiran yang positif dan kreatif. Nothing is Impossible
Berpikir positif juga ada hubungannya dengan tingkat iman seseorang. Markus 11:24, ”Karena itu Aku (Yesus Kristus) berkata kepadamu, apa saja (segala hal: usaha, pekerjaan, kesembuhan, jodoh, masa depan, dll.) yang kamu minta dan doakan, percayalah (iman) bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.”
Namun, untuk semua itu diperlukan suatu kondisi di mana kita harus ada pada level dan frekuensi yang Tuhan inginkan. Syaratnya adalah 1 Yohanes 3:22, “Dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.”
Doa: “Kami memiliki Allah pencipta segala sesuatu, karenanya kami percaya, bahwa tidak ada yang mustahil bagi-Mu. Kuasai hati kami untuk senantiasa percaya dan taat kepada-Mu, agar mujizat-Mu nyata dalam hidup kami. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
