Renungan Harian (07 Juli 2016)

07KARAKTER ARTIS

1 Samuel 17:40-58

1 Samuel 17:48. ”Ketika orang Filistin itu bergerak maju untuk menemui Daud, maka segeralah Daud berlari ke barisan musuh untuk menemui orang filistin itu.”

Dunia entertaiment sekarang mengalami kemajuan yang sangat pesat. Banyak artis-artis baru bermunculan baik di dunia maupun di Indonesia, muncul secara karbitan atau melalui tahapan proses seleksi. Banyak ajang pencarian bakat bermunculan, mencetak artis-artis baru yang berkualitas, artis-artis lama akan tergeser jika tidak memiliki kualitas dan penggemar yang banyak.

Namun, di balik semua itu banyak kehidupan artis yang terekspos dari sisi kehidupan pribadinya, banyak kalangan artis yang kawin cerai, tidak sedikit pula yang jatuh dalam kehidupan malam dan terjerat narkoba. Ada pula yang tersandung prostitusi terselubung, seolah-olah ketenaran ditebus dengan kehidupan yang membuat mereka terbelenggu dalam hal-hal yang jauh dari apa artinya kehidupan yang normal dan bahagia.

Daud muncul secara tiba-tiba dalam sebuah ajang pencarian pahlawan baru, di mana ketika itu bangsa Israel hampir dipermalukan oleh bangsa Filistin. Tetapi Ia berani maju bukan hanya asal-asalan, namun Allah sudah mempersiapkannya sejak lama, melalui proses yang dari “zero” menjadi seorang “hero”. Dalam waktu yang relatif singkat, Allah memilih Daud dari sekian banyak orang, bahkan dipilih dari keluarga yang memiliki sejumlah pemuda-pemuda yang tegap dan ideal untuk dijadikan seorang pahlawan. Daud muncul bagaikan artis ketika mengalahkan Goliat, banyak yang mengelu-elukan dia, banyak yang kagum, bahkan raja pada waktu itu meminta Daud tinggal di istana raja. Kalau Daud tidak dipersiapkan Allah sampai memiliki “karakter seorang hamba”, rendah hati, lembut serta menyenangkan hati Allah, niscaya sebentar akan jatuh dan hilang ditelan dunia, dan namanya tidak akan tercantum sebagai nenek moyang dari Juruselamat dunia, yaitu Tuhan Yesus Kristus.

Dalam kehidupan di gereja pada khususnya dan di luar gereja pada umumnya, kita seringkali menemukan seseorang yang selalu ingin tampil dan berusaha menduduki jabatan tertentu dengan menggunakan berbagai cara, senang dipuji, senang aktifitas yang glamour, namun di dalam hidup pribadinya kering, dan dalam setiap acara tidak perduli akan adanya kehadiran Allah Hal ini tentu sangat disayangkan. Mari hidup dalam ketaatan kepada Allah untuk mendapatkan “karakter hamba” yang Allah sukai.

Doa: “Bentuklah kami agar kami memiliki karakter hamba yang rendah hati dan senantiasa menyenangkan hati-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …