Matius 25:14-30
2 Korintus 9:10. “Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu;”
Ketika menyimak kisah dalam perumpamaan tentang talenta, kita dengan mudah bisa menghakimi si hamba ketiga yang mendapat 1 talenta. Padahal, bisa jadi tanpa sadar kita juga dapat bertindak seperti hamba yang ketiga. Saat kita seharusnya mengambil suatu langkah strategi keuangan, kita malah melakukan hal-hal yang makin membuat kita terkubur dalam kesulitan yang lebih dalam, misalnya berhutang pada kreditor non-bank, gesek tunai, dan atau langkah-langkah penyelesaian yang kelihatan praktis dalam jangka pendek.
Kita juga kadang takut dan kuatir saat melihat angka ataujumlah uang atau hutang yang kita miliki, terutama jika membandingkan dengan angka yang dimiliki orang lain. Orang lain diberi 5 talenta, kita cuma 1. Kita melihat, bahwa kita jauh tertinggal: hutang saya terlalu besar atau modal saya terlalu sedikit. Ketakutan dan kekuatiran yang membuat kita tidak melakukan apa-apa karena takut rugi atau takut kehilangan modal yang hanya sedikit.
Kapasitas seseorang akan sangat berpengaruh pada apa yang akan dipercayakan kepadanya. Langkah iman sangat diperlukan agar kapasitas kita berkembang. Hanya dengan bertindak, kita akan mempelajari hal yang baru. Takut gagal hanya merupakan cara Iblis untuk menghalangi kita meraih keberhasilan. Sama dengan hamba ketiga yang menyembunyikan talentanya dan menganggap tuannya jahat. Pikiran negatif tidak akan membantu kita untuk mulai bertindak dengan benar.
Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan (Ibr. 11:1), dan tentunya kita mengharapkan hal yang positif terjadi dalam kehidupan kita. Bertindak dengan iman adalah melangkah maju dengan pikiran positif, yakin bahwa Tuhan pasti menyertai langkah kita. Singkirkan segala pikiran negatif, ketakutan, kekuatiran yang menjadi penyebab kita tidak bisa melangkah dengan benar. (NK).
Doa: “Tuhan, ampuni kami apabila kami kadang-kadang bertindak seperti hamba ketiga dalam hal-hal yang Kau percayakan pada kami. Berilah kami hikmat dan keberanian untuk mengambil keputusan dan bertindak sesuai dengan kehendak-Mu. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
