1 Korintus 9:25-27
1 Korintus 9:25. “Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.”
Pada tahun 1990, dunia dikejutkan dengan prestasi anak bangsa kita Pino Bahari yang meraih medali emas dalam ajang kompetisi olah raga bergengsi Asian Games di kota Beijing. Yang luar biasa adalah, Pino mencatat prestasi tersebut pada saat ia baru berusia 16 tahun.
Bagi sebagian orang hal ini tidaklah mengherankan. Karena Pino adalah anak dari Daniel Bahari yang adalah seorang promotor dan pelatih tinju yang sangat disegani di tanah air. Ia sudah dilatih dan ditangani secara serius sejak usia yang sangat dini. Salah satu disiplin yang paling terkenal yang harus dijalani Pino adalah, ia diharuskan untuk melakukan gerakan push up sebanyak 1000 kali setiap hari. Cobalah untuk melakukan push up sebanyak 10 atau 100 kali, maka kita pun akan segera menyadari beratnya rutinitas tersebut.
Banyak orang tua yang karena merasa sayang terhadap anaknya, berusaha untuk menyediakan semua kebutuhan mereka, menjaga mereka, dan memanjakan mereka. Ini biasanya dilatar belakangi karena orang tua ini mengalami masa-masa sukar di masa muda mereka. Sekarang mereka berharap anak-anak mereka tidak perlu mengalami kesusahan yang mereka alami. Namun tanpa disadari mereka malah mencetak anak-anak yang lembek, lemah dan manja.
Kita perlu berpikir ulang jika kita telah melakukan hal ini kepada anak-anak kita dengan alasan agar mereka tidak perlu merasakan kesusahan. Alih-alih menyejahterakan, langkah ini justru dapat menyengsarakan anak-anak kita kelak.
Sahabat NK, Paulus menasehatkan pentingnya disiplin dan latihan untuk menjadi seorang pemenang. Seseorang menjadi kuat karena diberi beban yang memunculkan kekuatannya. Tidak ada pemenang yang hidupnya manja tanpa disiplin dan latihan keras. Kesulitan dan tantanganlah yang melahirkan orang-orang hebat dan pemimpin-pemimpin besar. Sudahkah kita melatih diri kita dan mendidik anak-anak kita dengan benar? (NK).
Doa: “Kami tidak berdoa untuk diberi kehidupan yang mudah namun kami berdoa agar diberi kekuatan untuk cakap menanggung segala sesuatu di dalam Engkau, Tuhan Yesus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
