
Renungan 26 Oktober 2023, Bacaan Alkitab Mazmur 23
DI HADAPAN LAWANKU
Mazmur 23
Mazmur 23:5. Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.
Seorang purnawirawan tentara menceritakan pengalamannya saat berada di medan perang. Beliau menyatakan saat perang meletus, jangankan memikirkan untuk makan, rasa lapar pun hilang bersamaan dengan gelegarnya suara bom. Namun, pengalaman Daud berbeda, beliau bisa menikmati hidangan sekalipun menghadapi lawan di medan perang. Bagaimana bisa? Karena Daud merasakan kehadiran Tuhan, rasa aman karena perlindungan Tuhan menguasai dirinya. Hal itu melukiskan, bagaimana kawanan domba yang tetap merumput dengan damai sekalipun ada ancaman dari srigala, sebab sang gembala yang memberi mereka perlindungan.
Kondisi dunia sekarang ini teramat menggentarkan. Ancaman dari penyakit, krisis ekonomi, krisis energi, bencana-bencana, peperangan di berbagai tempat telah menghimpit masyarakat dunia. Wajar kalau rasa damai terasa menjauh.
Namun, seperti halnya pengalaman Daud, kedamaian dalam dirinya bisa dinikmati. Kedamaian ini adalah buah dari keyakinan imannya yang memutuskan untuk menjadikan Tuhan sebagai gembalanya. Daud dalam Mazmur 23 menyenandungkan pengalaman batinnya sebagai orang yang berserah kepada Tuhan yang menjadi gembalanya. Sekalipun kondisi luar tidak bersahabat, Daud tetap merasakan damai itu. Melewati lembah kekelaman, Daud tidak takut bahaya. Gada dan tongkat Tuhan yang membuatnya terhibur, selera makannya tidak hilang sekalipun musuh berada di hadapannya. Itulah damai batiniah.
Tuhanlah sumber damai batin itu. Berserahlah dalam pemeliharaan-Nya; nikmati damai-Nya. Apakah Anda sudah menjadikan Allah sebagai gembala?
Doa: “Bapa di dalam nama Yesus, aku bersyukur karena aku mendapat kedamaian di tengah dunia yang jahat ini. Engkau adalah gembalaku. Amin.”
Bacaan Setahun: Yesaya 58-61; 1 Tesalonika 2
Renungan 26 Oktober 2023, Bacaan Alkitab Mazmur 23
26, 26 Oktober 2023, 2023, Oktober, Renungan Harian
Untuk membaca artikel atau renungan yang lain silakan klik disini
Begitu pula dalam perjalanan rohani kita sebagai murid Kristus, untuk bisa bertumbuh dan mencapai kedewasaan rohani kita harus melalui ujian demi ujian, sampai kita semua berhasil menjadi seperti Kristus. Rasul Paulus meminta agar kita menyelidiki dan menguji iman kita masing-masing, apakah kita yakin bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kita masing-masing? Kalau jawabannya tidak! Berarti kita adalah pribadi yang tidak tahan uji. Jika jawabannya ya! Berarti kita adalah pribadi yang tahan uji.
GBI Pasir Koja 39 Bandung