
Kemudian Aku akan kembali dan membangunkan kembali pondok Daud yang telah roboh dan reruntuhannya akan kubangun kembali dan kuteguhkan. Kisah Para Rasul 15:16
Pujian dan penyembahan sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari sebuah ibadah gereja. Pemakaian alat musik pun sekarang menjadi semakin menjadi keharusan, bahkan di gereja-gereja yang dulunya menolak pemakaian alat band sudah menerimanya dengan sepenuh hati. Apa yang seharusnya milik gereja? Yaitu: Kegembiraan dalam beribadah telah dipulihkan, sikap ekpresif dalam memuji Tuhan, baik dengan tepuk tangan, sorak sorai, dan tarian tidak lagi dianggap merendahkan keindahan sebuah ibadah. ”Aku akan memulihkan pondok Daud yang telah roboh,” kata Tuhan. Tempat kesenangan-Nya, di mana Dia disembah, dipuja dengan segenap hati, jiwa, kekuatan dan cinta bukan ritual yang membosankan dan mati.
Daud lah yang mula-mula mengubah ibadah menjadi sesuatu yang berbeda 1 Tawarikh 5:31-47. Ia menunjuk para imam musik dan pujian, memberi kedudukan yang sama pentingnya dengan imam di bait Allah yang melayani mezbah. Dipimpin oleh Asaf, Heman dan Yedutun dengan seluruh keluarga besarnya, mereka melayani dalam perbagai keahlian yang terus dilatih untuk memuji dan menyembah yang Maha Mulia dalam kemeriahan yang kudus disertai penghormatan dan takut akan Tuhan.
Kemuliaan Tuhan memenuhi bait suci ketika mereka bersama-sama menaikkan pujian, Allah bertakhta dan dirasakan kehadiran-Nya oleh seluruh yang hadir. 2 Tawarikh 7:1-3 dan Dia memberkati mereka dengan keamanan dan kesejahteraan di seluruh negeri, musuh-musuh gemetar dan ditaklukkan bila Tuhan dihormati dan disembah sebagai Tuhan dan Raja. Inilah inti dari penyembahan, menempatkan Tuhan sebagai pusat kehidupan kita.
Salomo membuat bait Allah termegah, termewah, terhebat sepanjang sejarah Israel. Tetapi Tuhan tidak merindukan-Nya, karena hati Salomo terbagi pada istri-istrinya (1 Raja-raja 11:1-8). Bahkan pada masa tuanya, ia mendirikan tempat-tempat penyembahan allah lain yang dibawa istri-istrinya, membawa kehancuran bagi Israel…”Aku merindukan pondok Daud dan akan kubangun dan kuteguhkan,” kata Tuhan. Suatu kerinduan yang mengharukan, kerinduan akan cinta sejati dari anak manusia yang diwujudkan dalam mazmur-mazmur dan lagu pujian terindah sepanjang masa yang menyenangkan hati-Nya, sampai la berjanji tidak akan melenyapkan keturunan Daud di takhta Israel. Bila Anda mengerti rahasia ini, rahasia menjadi kesayangan Tuhan, menyenangkan hati-Nya, menjadi penyembah sejati, hidup Anda tidak akan pernah sama lagi. Percayalah!
GBI Pasir Koja 39 Bandung