Amsal 15:1-7
Amsal 15:2. “Lidah orang bijak mengeluarkan pengetahuan, tetapi mulut orang bebal mencurahkan kebodohan.”
Siang itu, saya dikejutkan dengan kabar bahwa cucu seorang teman lama meninggal. Anak teman saya, seorang ibu muda melahirkan anak kedua lewat operasi, bayinya meninggal ketika baru berumur dua hari karena paru-parunya tidak berkembang. Ironisnya, sebelum ini, ibu muda tersebut pernah mengalami keguguran. Betapa beratnya beban psikologis ibu muda itu. Ditemani dua suster, ia menggendong jenazah bayinya untuk disemayamkan di Rumah Duka.
Setibanya saya di Rumah Duka, ibu muda itu sedang balik ke Rumah Sakit dan akan hadir saat Ibadah Penghiburan malamnya. Saya menemui teman saya, mereka terlihat tegar. Saya bertanya bagaimana dia dapat menenangkan putri tercintanya dalam keadaan seperti itu. Teman saya, seorang ibu yang taat dan takut akan Tuhan, berkata pada putrinya: “Nak, percaya dan yakinlah, Tuhan pasti memberimu anak yang terbaik. Tuhan mengijinkan hal ini terjadi, karena Tuhan melihat engkau kuat untuk melalui semua ini. Lewat pengalaman ini, engkau dapat menjadi berkat bagi orang lain dan menolong mereka yang mengalami keadaan sama seperti dirimu. Kesaksianmu akan didengar, engkau dapat menguatkan dan menghibur mereka karena engkau mengalaminya bersama Tuhan.” Sebuah nasihat bijak dan lembut yang menyejukkan, sanggup membuat ibu muda itu sadar, dikuatkan dan dibangun kembali imannya.
Sadarkah kita bahwa perkataan kita berdampak besar kepada orang lain? Bila kita merekam seluruh ucapan kita dalam sehari, kemudian menganalisanya; berapa persen berisi pengagungan dan ucapan syukur kepada Allah? Berapa persen berupa keluhan, kemarahan, umpatan, menghakimi, menjelekkan, merendahkan orang lain? Berapa persen ucapan yang menguatkan, membangun, menghargai dan menghibur sesama kita? Tidakkah kita tertarik memiliki sikap membangun bagi keluarga, saudara seiman, teman kerja dan lingkungan kita? Perhatikan setiap kata-kata kita. Dengan hikmat Allah dan pertolongan Roh Kudus, kita dimampukan menjadi pribadi yang menghidupkan orang-orang di sekitar kita dengan kata-kata yang menguatkan dan membangun. (NK).
Doa: “Roh Kudus, urapi kami, agar melalui perkataan yang kami ucapkan, orang lain dapat dikuatkan, dibangun dan diteguhkan di dalam Tuhan, sehingga nama-Mu diagungkan dan dimuliakan dalam kehidupan kami.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
